Merawat Kemabruran Puasa

Dari Ta'abbud ke Isti'anah

Ta'abbud merupakan bentuk pendakian seorang hamba menuju Tuhannya dalam bentuk pengabdian atau penghambaan diri.

Editor: fitriadi
Tribunnews.com
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar 

Oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

Setiap hari kita membaca: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya Engkau yang kami memohon pertolongan).

Ayat kelima dari surah Al-Fatihah ini menyimpan rahasia besar, tetapi masih banyak di antara kita yang belum menghayati maknanya.

Jika makna ta’abbud dan isti’anah bisa dihayati, maka akan sangat membantu kita untuk mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan siapa Allah SWT, dan inilah sesungguhnya inti ma’rifah.

Siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya, dan siapa yang mengenal Tuhannya maka dengan sendirinya akan mengenal dirinya yang sesungguhnya.

Ta'abbud merupakan bentuk pendakian seorang hamba menuju Tuhannya dalam bentuk pengabdian atau penghambaan diri.

Dalam hadis Nabi, shalat adalah bentuk pendakian atau mikraj orang-orang mukmin (al-shalatu mikraj al-mukminin).

Setelah hamba merasa tiba di puncak pendakian, maka saat itulah Allah SWT memberikan apresiasi usaha keras atau mujahadah anak manusia ke dalam bentuk pertolongan Tuhan.

Bentuk isti'anah bermacam-macam. Yang pasti itu merupakan keutamaan yang diberikan Allah Swt.

Ta'abbud biasa disinonimkan dengan pendakian (taraqqi) dan isti'anah dihubungkan dengan tanazul, yaitu anugrah Allah SWT yang diturunkan kepada hamba.

Ibnu Arabi lebih suka menggunakan istilah taraqqi untuk upaya pendakian menuju Tuhan dan istilah tanazul untuk isti'anah.

Taraqqi bagi Ibnu Arabi, melejitnya seorang hamba menuju Tuhan-Nya.

Setelah sampai kedalam batas tertentu, maka muncullah peristiwa tanazul, yaitu turunnya karunia Tuhan sebagai akibat pengabdian tulus seorang hamba kepada Tuhannya.

Isti'anah ialah anugrah yang diturunkan Tuhan sebagai balasan dari berbagai bentuk pengabdian kepada-Nya.

Penempatan isti'anah setelah ta'abbud mengisyaratkan bahwa tidak ada isti'anah tanpa diawali ta'abbud. Artinya, seseorang yang mengharapkan pertolongan Tuhan harus diawali terlebih dahulu dengan ta'abbud.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved