Tribunners
Pendidikan Berkualitas melalui Deep Learning
Dengan pendekatan deep learning ini, guru dan juga murid bisa lebih intensif mengemas pembelajaran yang aplikatif dengan kehidupan sehari-hari
Oleh: Arif Yudistira - Pendidik di PPM MBS Yogyakarta, Peminat Dunia Anak dan Pendidikan
PENDIDIKAN merupakan aspek penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan mendorong dan menopang terwujudnya SDM yang mumpuni di masa depan.
Kualitas pendidikan kita tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga pendekatan pembelajaran yang terus berkembang di dalam kelas. Itulah mengapa kualitas guru di dalam pembelajaran di kelas turut serta menentukan bagaimana murid di masa depan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, pemerintah melalui Kemendikdasmen menggunakan pendekatan pembelajaran deep learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan pembelajaran ini dianggap relevan dengan perkembangan dan juga situasi saat ini.
Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat menuntut pembelajaran yang inovatif sekaligus mendalam. Pasalnya, berkembangnya informasi dan teknologi justru sering menimbulkan masalah baru yakni kejahatan, penipuan, bahkan kekerasan bila tidak dilandasi literasi digital yang kuat.
Maraknya media sosial serta banjir gambar (foto) sampai dengan video pendek membawa anak-anak kita kesulitan mencerna informasi yang panjang dan utuh. Situasi ini membawa pemahaman anak-anak kita menjadi tidak utuh, instan, dan lemah.
Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen mengatakan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran bukanlah pendekatan yang fokus pada menghafal dan menyelesaikan soal-soal ujian. Pak Mendikdasmen mengatakan, pendekatan deep learning berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, kolaborasi, serta pencarian makna dari apa yang dipelajari. Ini tidak hanya akan membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, tetapi juga mendorong agar menjadi individu yang berpikir kritis, kreatif, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kebutuhan dunia nyata.
Pembelajaran deep learning melibatkan tiga komponen utama yang harus dipahami dengan baik, yakni perhatian, pengolahan informasi yang mendalam, dan memori. Dengan pendekatan deep learning ini, anak-anak diajak untuk belajar dengan senang dan penuh kesadaran. Dengan begitu, anak-anak kita akan tertarik dan menjadi lebih perhatian terhadap apa yang diajarkan oleh guru.
Untuk mengemas pembelajaran yang mendalam, guru perlu menguasai materi, dan juga memperkaya pengetahuannya dalam menganalisis kemampuan yang dibutuhkan anak-anak di masa mendatang yang bermanfaat untuk kehidupan mereka.
Pedagogi hati
Deep learning mengingatkan saya dengan konsep pedagogi hati yang ditulis Paulo Freire. Paulo Freire di bukunya Pedagogi Hati (2001) menulis, “Hal penting ialah mendidik orang berkeinginan tahu; melalui keinginan tahu ini pengetahuan terbentuk. Ketika pengetahuan itu bertumbuh dan menjadi sempurna oleh karena dilaksanakannya tindak mengetahui itu sendiri. Mendidik orang memberi jawaban-jawaban sama sekali tidak membantunya berkeinginan tahu, hal yang mutlak diperlukan dalam proses kognitif. Sebaliknya, bentuk pendidikan ini mementingkan penghafalan isi secara mekanis. Hanya mendidik orang bertanya dapat memicu, mendorong dan memperkuat keinginan tahu.”
Apa yang ditulis Paulo Freire menguatkan bahwa pembelajaran deep learning dipakai untuk menguatkan kesadaran pembelajaran sekaligus menciptakan pembelajaran yang bermakna. Menurut Freire, deep learning tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik tanpa keingintahuan dan kemampuan anak bertanya. Dengan bertanya dan rasa keingintahuan yang kuat itulah murid bisa diajak belajar dengan lebih berkesan dan mendalam.
Pendidikan berkualitas
Pendekatan deep learning memungkinkan anak-anak dan guru belajar sesuai dengan apa yang kita minati dan kita inginkan dengan sungguh-sungguh. Kita berharap dengan pendekatan ini, sekolah-sekolah dapat mendesain pembelajaran yang relevan dan kreatif. Di sisi lain, dengan pendekatan deep learning ini, guru dan juga murid bisa lebih intensif mengemas pembelajaran yang aplikatif dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan menekankan pada pemahaman mendalam, pengolahan informasi yang lebih baik, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata, deep learning diharapkan dapat mencetak generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240516_Arif-Yudistira-Peminat-Dunia-Pendidikan.jpg)