Senin, 20 April 2026

Idul Fitri 2025

9 Amalan Sunnah saat Merayakan Idul Fitri 2025

Selain Shalat Id, umat muslim dianjurkan mengerjakan amalan sunnah pada Idul Fitri.

|
Editor: fitriadi
Dokumentasi Bangkapos.com
SELAMAT LEBARAN - Foto dokumentasi saat umat muslim bermaaf-maafan seusai menunaikan Shalat Idul Fitri 1445 H di halaman Kantor Bupati Bangka Tengah, Rabu (10/4/2024). Selain Shalat Id, umat muslim dianjurkan mengerjakan amalan sunnah, satu di antaranya mengucapkan selamat lebaran dan saling memaafkan saat Hari Raya Idul Fitri. 

Jika sebelum keluar rumah belum sempat mengonsumsi makanan, diperbolehkan melakukannya ketika dalam perjalanan atau telah sampai di tempat shalat ketika kondisi memungkinkan.

Jika tidak makan, mengonsumsi minuman juga dihitung sama dengan makan.

3. Membayar Zakat Fitrah

Zakat di dalam Islam merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan.

Jelang Idul Fitri, umat muslim diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah.

Kewajiban membayar zakat fitrah ini dijelaskan dalam hadis yang memiliki arti sebagai berikut:

“Rasulullah Saw memerintahkan zakat fitrah kepada orang-orang di bulan Ramadan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan.” (Al -Hadis).

Waktu pembayaran zakat fitrah adalah sejak awal Ramadan hingga sebelum shalat Idul Fitri.

Waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah setelah shalat subuh pada hari Idul Fitri hingga sebelum shalat Idul Fitri.

4. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat Idul Fitri

Jika tempat Shalat Id tidak terlalu jauh, disunahkan untuk berjalan kaki menuju musala, masjid, atau tanah lapang tempat diselenggarakannya salat Idulfitri.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Ali bin Abi Thalib, dia berkata: “Termasuk sunah Rasulullah Saw adalah keluar menuju tempat shalat Idulfitri dengan berjalan kaki” (H.R. Tirmidzi).

5. Berangkat dan Pulang Shalat Id Melewati Jalan yang Berbeda

Diriwayatkan dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, “Rasulullah Saw mendatangi shalat Idulfitri dengan berjalan kaki dan beliau pulang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi” (H.R. Ibnu Majah).

Salah satu hikmah yang menyebabkan Rasulullah Saw membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved