Berita Bangka Selatan
Warga dan Pedagang Desak Pemkab Bangka Selatan Segera Perbaiki Pelataran Terminal Toboali
Sejumlah titik di areal pelataran terminal mengalami kerusakan dan penuh lubang. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas warga maupun pedagang
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pedagang Pasar Rakyat Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) agar segera memperbaiki pelataran terminal.
Sebab, sejumlah titik di areal pelataran terminal mengalami kerusakan dan penuh lubang. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas warga maupun pedagang di kawasan itu.
Seorang pedagang Pasar Rakyat Toboali, Mujiah (53) mengatakan sudah bertahun-tahun silam kondisi pelataran terminal mengalami kerusakan. Diketahui pelataran itu menjadi jalur sekaligus jalan lalu lintas pedagang maupun masyarakat saat hendak berbelanja maupun bertransaksi jual beli di pasar. Kondisi tersebut diklaim membuat aktivitas niaga tersendat.
“Sudah lama pelataran terminal rusak dan belum pernah diperbaiki,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya kondisi pelataran terminal banyak mengalami kerusakan dan penuh dengan lubang.
Tak tanggung-tanggung diameter lubang pelataran cukup lebar dengan kedalaman hampir satu jengkal orang dewasa.
Kerusakan tersebut dianggap membahayakan bagi para pedagang yang melintas di kawasan pelataran saat malam hari. Ditambah minimnya lampu penerangan membuat para pedagang was-was ketika mengangkut barang dagangan dalam jumlah banyak menggunakan sepeda motor.
Salah sedikit dalam berkendara pengendara bisa jatuh apabila tidak hati-hati. Bahkan beberapa kali dirinya sempat masuk lubang jalan yang rusak ketika membawa barang dagangan dan nyaris terjatuh.
“Kalau malam lampu kendaraan kurang terang, terkadang sampai masuk lubang jalan yang rusak. Kalau tidak kuat pegang motor bisa jatuh,” keluh Mujiah.
Dirinya tak menampik terdapat beberapa pengendara sepeda motor terlibat tabrakan gara-gara kondisi pelataran di lokasi itu.
Adanya permasalahan ini dirinya mewakili pedagang lainnya berharap pelataran dapat diperbaiki. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau bisa cepat diperbaiki. Karena sebelumnya ada kecelakaan akibat pelataran berlubang ini,” ucapnya.
Serupa turut diungkapkan Ria warga Toboali. Ketika hujan lebat pelataran terminal kerap terendam air dengan ketinggian cukup parah. Akibatnya, banyak pengendara yang terjerumus ke dalam lubang dan nyaris terjatuh saat berkendara.
“Kurang lebih sudah tujuh tahun belum ada perbaikan. Warga terganggu sekali kalau cuaca hujan, karena banyak genangan air,” ujarnya.
Ria meminta pemerintah kabupaten bisa mengambil tindakan dengan permasalahan ini.
Dirinya yakin jika pelataran terminal diperbaiki dan tidak ada lagi lubang, maka masyarakat akan nyaman ketika hendak ke pasar. Begitu pula perputaran ekonomi di pasar diprediksi dapat mengalami peningkatan.
“Sudah parah lubangnya. Kalau bisa segera diperbaiki. Kalau jalanan bagus kan enak,” kata Ria.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Hutan Berubah Jadi Kebun Sawit, Pengrajin Perahu di Desa Bangka Kota Kesulitan Bahan Baku Kayu |
|
|---|
| APDESI Bangka Selatan Upayakan Buah Sawit Petani di Kawasan Hutan Tetap Diterima Pabrik |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan akan Datangi Pabrik Sawit di Bangka Kota yang Membatasi Pembelian TBS |
|
|---|
| Pemkab Basel Bantah Jadi Penyebab Pembatasan Kuota Sawit di Simpang Rimba |
|
|---|
| Pembatasan Kuota Sawit di Simpang Rimba Picu Keresahan Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250328-PELATARAN-TERMINAL-BERLUBANG.jpg)