Minggu, 3 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Rosalia Guru yang Tewas Ditebas KKB di Papua Dituduh Jadi Mata-mata

Rosalia Rerek Sogen tewas dalam sebuah penyerangan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 21 Maret 2025.

Tayang:
Editor: fitriadi
FACEBOOK.COM/FLOBAMORA TABONGKAR
ROSALIA KORBAN KKB - Foto Rosalia Rerek Sogen yang rela meninggalkan kampung halamannya di Flores dan mengabdikan diri menjadi guru di Yahukimo, Papua Pegunungan diambil dari akun FLOBAMORA TABONGKAR. Rosalia tewas setelah menjadi korban penyerangan oleh KKB Papua di Yahukimo, pada Sabtu (22/3/2025). Rosalia dituduh KKB Papua sebagai mata-mata TNI. 

BANGKAPOS.COM - Rosalia Rerek Sogen (30), guru asal Desa Bantala, Flores Timur, NTT, tewas di tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Ia tewas dalam sebuah penyerangan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 21 Maret 2025.

Tak hanya nyawanya yang dihilangkan, Rosalia juga dituduh KKB Papua sebagai mata-mata TNI dan Polri.

Isu Rosalia menjadi mata-mata TNI-Polri diketahui dari beredarnya foto lulusan Universitas Nusa Cendana itu, mengenakan seragam loreng.

Tudingan ini dibantah oleh Ikatan Kerukunan Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) Provinsi Papua.

Sekretaris IKF NTT Papua, Melky Weruin, menegaskan Rosalia selama ini berprofesi sebagai seorang guru.

"Korban Rosalia Sogen merupakan guru yang selama ini melaksanakan tugasnya di Distrik Anggruk," kata Melky dalam konferensi pers di Abepura, Kota Jayapura, Selasa (1/4/2025), dikutip dari Kompas.com.

"Dia bukan mata-mata TNI-Polri seperti yang dituduhkan oleh KKB selama ini," kata Melky.

Menurut Melky, seragam loreng yang dikenakan Rosalia itu adalah seragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa.

Foto itu diambil pada 2014, saat Rosalia masih berstatus mahasiswa Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT.

"Foto pakai loreng itu saat masih berstatus mahasiswa tahun 2014 dan terlibat di Menwa. Kita tahu, sebagai mahasiswa yang tergabung dalam Menwa, pasti menggunakan seragam loreng," jelas Melky.

"Artinya, Rosalia bukan anggota TNI seperti yang dituduhkan selama ini," tegasnya.

Hal serupa sebelumnya telah disampaikan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Didimus memastikan Rosalia dan enam guru lainnya, serta satu tenaga kesehatan (nakes), di Distrik Anggruk yang menjadi korban KKB Papua, bukan mata-mata.

"Mereka ini bukan guru atau tenaga medis yang baru tugas, tetapi sudah bertugas sejak 2021 sampai sekarang."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved