Kamis, 7 Mei 2026

Penyebab Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Ternyata Idap Penyakit Ini

Penyebab Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Ternyata Idap Penyakit Ini. Simak selengkapnya

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
kompas.com
AKTOR MENINGGAL - Aktor kawakan Ray Sahetapy berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (21/11/2012). Aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. 

BANGKAPOS.COM - Penyebab Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Ternyata Idap Penyakit Ini

Aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Hal ini dikonfirmasi oleh adik kandungnya, Noudy Sahetapy, yang mengungkapkan bahwa Ray mengalami komplikasi diabetes dan stroke ringan selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Menurut Noudy, kondisi kesehatan Ray terus menurun dalam dua tahun terakhir, menyebabkan kesulitan berjalan sehingga lebih banyak beristirahat.

Sebulan sebelum wafat, Ray sempat menjalani perawatan di RSPAD, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir pada pukul 21.04 WIB.

Pada jam 6 sore di hari yang sama, kondisinya semakin memburuk akibat paru-parunya dipenuhi cairan, membuatnya sulit bernapas.

Sesuai dengan wasiatnya, Ray akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak di Desa Sibowi, Sulawesi Tengah.

Saat ini, jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di Instagram Story. Ia membagikan foto bersama sang ayah dan menyampaikan pesan perpisahan penuh haru.

Sosok Ray Sahetapy

Dikutip dari Wikipedia, Ray Sahetapy lahir 1 Januari 1957. Dia adalah salah satu aktor paling populer dan disegani di generasinya, sering memerankan pria kompleks dengan nuansa dan karakter yang dalam.

Karier beraktingnya membentang lebih dari empat dekade, penampilannya yang mengesankan termasuk yang paling diapresiasi saat itu, dalam film-film drama seperti Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987) dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Ia telah dinominasikan untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia tujuh kali, enam di antaranya untuk Aktor Terbaik, dan memegang rekor nominasi terbanyak dalam kategori tersebut tanpa kemenangan.

Masa kecil

Masa kecilnya dihabiskan di Panti Asuhan Yatim Warga Indonesia, Surabaya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved