Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

BPOM Pangkalpinang Intervensi 36 Lini PNKPT di Bangka Selatan

BPOM Pangkalpinang melakukan intervensi terhadap 36 lini dalam menjalankan Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu (PNKPT) di Bangka Selatan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Menerima Plakat - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan ketika menerima plakat komitmen PNKPT dari BPOM Pangkalpinang, di Kantor Bupati setempat, Selasa (22/4/2025). PNKPT guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung melakukan intervensi terhadap 36 lini dalam menjalankan Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu (PNKPT) di Kabupaten Bangka Selatan.

Kebijakan tersebut diambil guna menjamin dan mewujudkan keamanan pangan aman bagi masyarakat.

Terpenting dapat memperkuat peran serta masyarakat dalam menjamin keamanan pangan di semua lini.

Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto mengatakan pihaknya telah melakukan rapat advokasi PNKPT.

Kegiatan tersebut diambil guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan.

Kegiatan ini meliputi tiga program prioritas intervensi yang dilakukan mulai dari dunia pendidikan, masyarakat hingga berbasis komunitas.

“Jadi ada tiga kegiatan, pertama program pangan jajan anak usia sekolah atau PJAS. Kedua, program desa pangan aman. Ketiga, program pasar aman berbasis komunitas,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (22/4/2025).

Agus Riyanto memaparkan program ini mencakup berbagai kegiatan seperti advokasi, pengawasan dan promosi.

Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan keamanan pangan sepanjang rantai pasok.

Sehingga mampu menciptakan sistem keamanan pangan yang terpadu dan berkelanjutan, melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah, masyarakat serta industri.

Program ini penting karena keamanan pangan merupakan kebutuhan dasar yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Tahapan kegiatan akan berlangsung sepanjang tahun 2025 ini, kurun waktu April-Desember 2025.

Intervensi di dunia pendidikan dilakukan kepada 32 satuan pendidikan, dimulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kabupaten Bangka Selatan.

Tujuh di antaranya akan dilakukan intervensi secara penuh untuk semua tahapan, sementara 17 sekolah hanya sosialisasi. Intervensi dilakukan kepada komunitas yang ada di sekolah, baik itu siswa, guru maupun orangtua. 

“Sedangkan program desa pangan aman akan dilakukan intervensi di tiga desa di Kecamatan Toboali, yakni Desa Rias, Desa Gadung dan Desa Serdang. Sementara program pasar aman yakni menyasar Pasar Pelataran Terminal Toboali,” papar Agus Riyanto.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved