Sabtu, 25 April 2026

Profil Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR Sebut Ada Ormas Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang

Wakil ketua MPR Eddy Soeparno mendadak mengungumkan kabar kurang sedap soal pembangunan pabrik BYD

Tribunnews/Jeprima
BYD - Wakil ketua MPR Eddy Soeparno yang mengungkap kabar tak sedap terkait pembangunan BYD di Subang Jawa Barat. 

BANGKAPOS.COM-- Baru-baru ini wakil ketua MPR Eddy Soeparno yang mengungkap kabar tak sedap terkait pembangunan BYD di Subang Jawa Barat.

BYD adalah raksasa mobil listrik asal China. 

Diketahui pabrik yang akan memulai proses produksinya pada 2026 ini bisa menyerap 18.000 tenaga kerja.

Tentu saja kabar dibangunnya pabrik BYD di Subang ini pun menggembirakan.

Namun, wakil ketua MPR Eddy Soeparno mendadak mengungumkan kabar kurang sedap soal pembangunan pabrik BYD ini.

Menurut politisi PAN itu, ada ormas yang mengganggu pembangunan pabrik BYD.

Baca juga: Banyak PNS Pinjam Uang di Bank, Hidayat Arsani Perintahkan Wagub Negosiasi dengan Bank Sumselbabel

"Sempat ada permasalahan terkait premanisme, ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD. Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini," kata Eddy dalam akun instagramnya yang diunggah pada Minggu (20/4/2025).

"Jangan sampai investor yang datang ke Indonesia tidak mendapat jaminan keamanan. Jaminan keamanan adalah hal yang paling mendasar," lanjut Eddy.

Ketika berkunjung ke pabrik BYD di Shenzen China, Wakil Ketua Umum PAN ini menilai seluruh investasi di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan industrialisasi, manufaktur, dan hilirisasi di dalam negeri perlu disambut baik dan didukung, termasuk BYD.

Eddy berharap pabrik BYD di Indonesia bisa selesai dan beroperasi sebelum akhir tahun ini.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao dalam pameran otomotif Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 mengatakan, pabrik di Subang ini ditargetkan bisa memproduksi 150.000 kendaraan listrik per tahunnya. 

Eagle juga juga menturkan, total investasinya sebesar 1 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 16,8 triliun. 
Pabrik akan dibangun di Subang Smartpolitan di atas lahan seluas 126 hektar. 

Ormas yang berperan sebagai preman bisa jadi merusak apa yang sudah tertulis di atas kertas. 

Eddy meminta pemerintah daerah segera bertindak agar investor nyaman dan mendapat kepastian keamanan.

Sosok Eddy Soeparno

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved