Berita Bangka Barat
Pelabuhan Mentok Bakal Dijadikan Dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan
Kendala dari pemanfaatan Pelabuhan Mentok karena persoalan sedimintasi atau pendangkalan akibat banyaknya lumpur di sekitar pelabuhan
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Disperkimhub Kabupaten Bangka Barat, Juswardi mengatakan Pelabuhan Mentok bakal dijadikan dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).
"Informasinya Kabupaten Bangka Barat sudah MoU dengan Pelindo terkait pemanfaat, Pelabuhan Mentok untuk perikanan. Insya Allah ingin dijadikan PPI, jadi keluar masuk ikan dari situ," kata Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Disperkimhub Kabupaten Bangka Barat, Juswardi, kepada Bangkapos.com, Sabtu (3/5/2025).
Ia mengakui, kendala dari pemanfaatan Pelabuhan Mentok karena persoalan sedimintasi atau pendangkalan akibat banyaknya lumpur di sekitar pelabuhan. Sehingga kapal-kapal besar tak dapat bersandar.
"Karena sedimentasi hanya kapal-kapal kecil, dapat masuk. Yang besar susah masuk kolam pelabuhan alurnya dangkal. Nanti, apakah dikeruk, dimaksimalkan baru bisa beroperasi," katanya.
Juswardi, menambahkan rencana Pemkab Babar ini, diharapkan dapat terlaksana kedepanya.
Dia berharap, Bupati Bangka Barat yang baru dapat segera merealisasikannya.
"Harapan kami rencana ini terlaksana oleh bupati yang baru. Nanti, dikoordinasikan kembali, terkait pelabuhan itu ke Pelindo dan Pemprov Babel," katanya.
Ia mengatakan, dirinya mengakui apabila pelabuhan tersebut kembali aktif, akan berdampak pada perekonomian di sekitar terminal dan pasar yang saat ini semakin sepi.
"Mudah-mudahan juga dapat kerjasama dengan PT Timah, mereka mengeruk alur di depan pelabuhan. Harapan kami dapat diperdalam, apabila sudah aktif, kapal cepat yang ada di Tanjungkalian dapat pindah ke situ," katanya.
Sepi Pembeli
Dulu, sekitar tahun 90-an pelabuhan Mentok selalu ramai aktivitas kapal, baik kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang-barang sembako, silih berganti bersandar di pelabuhan.
Namun hari ini, kondisi pelabuhan terlihat kumuh dan banyak sampah menumpuk di pintu masuk pelabuhan. Sejak tak dioperasikan, karena sedimentasi atau pendangkalan air laut, membuat aktivitas pelabuhan berangsur sepi.
Dampaknya, sejumlah pedagang kaki lima di dekat pelabuhan tak ramai seperti dulu.
Para pedagang ini, terlihat berjam-jam duduk di depan lapaknya. Sesekali melihat kiri dan kanan, sembari duduk di pojokaan lapak menunggu pembeli.
Kondisi sepinya pasar Mentok, telah bertahun tahun terjadi. Sejumlah pedagang mengaku, saat ini hanya dapat bertahan, untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
"Kondisinya saat ini sepi, beda dulu saat pelabuhan aktif yang lewat ramai. Sekarang ini para pedagang hanya dapat bertahan saja," kata Jamila pedagang kaki lima ditemui Bangkapos.com, Jumat (2/5/2025) sore.
| Dua Bakal Calon Daftar Pilkades PAW di Desa Bakit, Hari Pemilihan Ditetapkan 30 Juni |
|
|---|
| Dua Kali Dibeli Presiden, Peternakan Sapi Milik Hendri di Bangka Barat Kebanjiran Rezeki |
|
|---|
| Si Boy, Nama Sapi Presiden untuk Bangka Barat, Bobotnya Hampir 1 Ton dan Dibeli Seharga Rp110 Juta |
|
|---|
| 187 Pesilat Muda Ramaikan Kejurda Pencak Silat SMI Timah Cup 2026 di Babar |
|
|---|
| DPRD Bangka Barat Apresiasi Putusan Praperadilan Kasus Penyelundupan Timah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250503-AIR-SURUT.jpg)