Berita Bangka Barat
Muhammad Ali Prihatin dan Malu, Wisata Pantai Tanjungkalian Tidak Tertata dengan Baik
Terkendala soal kepemilikan, wisata Pantai Tanjungkalian, Mentok, sulit untuk dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Bangka Barat
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM,BANGKA - Kondisi Pantai Tanjungkalian Mentok saat ini memprihatinkan. Ketika hujan banyak genangan air dan terlihat kumuh tidak tertata dengan baik.
Ditambah dengan tidak adanya infrastruktur pendukung terkesan seperti dibiarkan atau tanpa dikelola dengan baik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali, mengakui terkait kondisi Tajungkalian Mentok saat ini. Padahal menurutnya, pantai itu merupakan wajah Kota Mentok.
"Jadi proses untuk Tanjungkalian itu cukup rumit, sebenarnya permasalahan yang ada di Bangka Barat. Karena setiap kita ingin bangun pariwista terkendala persoalan aset, pertama aset dimiliki pribadi, instansi vertikal, hingga dimiliki perusahaan lain, atau pihak ketiga. Sehingga untuk membangun fisik kita terhambat," kata M Ali kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).
Sementara, kendala untuk menata Tanjungkalian Mentok, dikatakan Ali, yakni karena lahan tersebut merupakan kewenangan dari Distrik Navigasi kelas I Palembang, sehingga Pemkab terkendala untuk membangun di lokasi tersebut.
"Kita ingin bangun menggunakan APBD, atau APBN terkendala dengan clean n clear atau kepemilikan. Terkait Tanjungkalian perlu diketahui masyarakat, bahwa itu bukan milik Pemda Babar, milik Navigasi Distrik Palembang, di Kementerian Perhubungan," kata Ali.
Selama menjadi kepala dinas, dikatakan M Ali, dirinya telah berusaha sejak September 2021, mendatangi Kemenhub maupun ke Palembang, untuk dapat penegasan terkait, keinginan Pemkab Babar membangun lokasi pantai tersebut.
"Waktu itu kami bolak-balik menanyakanya, Kami sudah minta penegasan sebenarmya bahkan bupati dan wakil bupati telah paparan ke Distrik Navigasi, untuk pengembangan Tanjungkalian itu," katanya.
Dikatakan M Ali, sudah seharusnya pantai Tanjungkalian Mentok, dibangun menjadi lebih baik lagi. Karena pantai itu menjadi wajah Kota Mentok dan lokasi peringatan tragedi perang dunia II dari warga Australia, Inggris dan Selandia Baru setiap tahun.
"Jadi di lokasi itu bukan hanya menjadi lokasi peringatan tragedi perang dunia, tetapi ada juga UMKM, gedung mercusuar yang miliki sejarah, sangat luar biasa, menjadi cagar budaya. Jadi lengkap di Tanjungkalian itu," katanya.
Ali mengatakan, dirinya juga malu dan prihatin melihat kondisi Pantai Tanjungkalian saat ini yang tidak dapat dibangun karena, persoalan kepemilikan dan kewenangan.
"Sebenarnya prihatian dan malu, kita lihat pelataran pantai belubang dan ketika hujan air jadi tergenang. Tetapi kita sudah berusaha dan tidak ketemu titik temunya antara Pemda Babar dengan pihak Navigasi," katanya.
"Tetapi kami bakal bangun komunikasi lagi, kembali ke Distrik Navigasi Palembang bersama komisi III DPRD Babar, untuk mencari solusi. Bagaimanapun Tanjungkalian sebagai icon Mentok ini, karena kalau dulu belum naik menara belum sah saat datang ke Mentok," kata Ali.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
| Tim Astamarena Mabes Polri Evaluasi Pembangunan Zona Integritas di Polres Bangka Barat |
|
|---|
| Sapi Presiden di Bangka Barat Dipantau Ketat, Antisipasi Penularan PMK dan LSD |
|
|---|
| Penampakan Sapi Limosin, Hewan Kurban dari Presiden Prabowo untuk Kabupaten Bangka Barat |
|
|---|
| Optimalisasi Sektor Pajak Daerah, BPPRD Bangka Barat Atur Sejumlah Strategi Bersama Juru Pungut |
|
|---|
| Realisasi Pajak dan Retribusi Daerah 2026 Bangka Barat Triwulan I Sudah Mencapai Target |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220611-menara.jpg)