Sabtu, 25 April 2026

Profil Tokoh

Profil Letjen TNI Djaka Budi Utama Dikabarkan Jadi Dirjen Bea Cukai, Pengamat: Harus Pensiun

Letjen TNI Djaka Budi Utama dikabarkan jadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan.

Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com/Nirmala/Istimewa
DIRJEN BEA CUKAI - Letjen TNI Djaka Budi Utama dikabarkan jadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan. Namun pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting. Ia menilai penunjukan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Djaka Budi Utama ketentuan dalam Undang-Undang TNI dan harus pensiun dulu. 

BANGKAPOS.COM -- Simak profil Letnan Jenderal atau Letjen TNI Djaka Budi Utama dikabarkan jadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan.

Ya, nama Letjen TNI Djaka Budi Utama tengah menjadi sorotan usai disebut-sebut bakal memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan.

Djaka diperkirakan menggantikan Askolani, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Namun kabar tersebut justru memunculkan polemik.

Terutama dari pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting.

Ia menilai penunjukan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang TNI.

“Di dalam Undang-Undang TNI Pasal 47 yang mengatur tentang penempatan militer aktif di jabatan sipil, tidak ada tercantum Kementerian Keuangan. Dan semuanya itu terkait dengan tugas-tugas pertahanan keamanan,” ujar Ginting saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/5/2025).

Menurut Ginting, apabila seorang perwira aktif ditempatkan pada jabatan sipil yang tidak diatur dalam UU TNI, ia harus melepaskan status militer aktifnya.

“Maka yang bersangkutan harus pensiun, pensiun dini. Jadi dalam kasus Letnan Jenderal Djaka Budi Utama ditempatkan menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan, maka yang bersangkutan harus melepaskan posisinya sebagai militer aktif, Letjen Djaka harus pensiun," ungkap dia.

Selamat Ginting memaknai penunjukan Djaka sebagai bentuk langkah darurat yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, ada indikasi masalah serius di lingkungan Bea dan Cukai sehingga Prabowo memilih menempatkan militer aktif di posisi Dirjen.

“Menurut saya, Prabowo melihat ada indikasi-indikasi yang tidak wajar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Jadi, ini perlu langkah yang dalam tanda petik darurat sehingga memberikan tempat kepada orang kepercayaannya," nilai Ginting.

Ia menuturkan, Djaka memiliki hubungan dekat dengan Prabowo karena pernah menjadi bagian dari Tim Mawar saat masih berpangkat kapten.

“Kepercayaan Prabowo kepada anak buahnya ini tentu saja menarik untuk kita simak bagaimana Djaka Budi Utama nantinya dapat menjawab keresahan masyarakat atau juga keinginan Presiden Prabowo untuk dapat mengungkap terutama bagaimana penerimaan negara dari bidang pajak maupun non-pajak," tutur dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved