Kamis, 28 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Bupati Algafry Harapkan Sekolah Rakyat di Bangka Tengah Bisa Dibangun pada 2026

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bangka Tengah diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bangka Tengah diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

Harapan tersebut disampaikan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, usai kunjungan Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR ke lahan bekas PT Koba Tin yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan.

“Pembangunan kita harapkan bisa mulai berjalan tahun 2026, minimal sudah ada progres. Tapi tetap bergantung pada Kementerian PUPR yang sudah meninjau lokasi,” ujar Algafry, Minggu (1/6/2025).

Dirjen Prasarana Strategis, Maulidya Indah Junica, telah meninjau langsung dan memastikan kesiapan lokasi pembangunan SR di Kecamatan Koba.

Algafry menjelaskan, tim dari Kementerian PUPR memberikan sejumlah masukan setelah melihat langsung lokasi seluas sekitar 10 hektare tersebut. Salah satu catatan penting adalah akses jalan menuju lokasi yang dinilai perlu diperlebar agar mempermudah mobilitas ke sekolah rakyat nantinya.

Selain itu, area pembangunan sekolah juga perlu dimundurkan karena terdapat rawa atau muara di sekitar lahan.

“Kalau sudah disepakati, luasnya mungkin akan dikurangi dari 10 menjadi 9 hektare untuk keperluan pelebaran jalan dan penyesuaian lokasi,” katanya.

Lahan bekas PT Koba Tin tersebut, menurut Algafry, telah mendapat restu sebagai lokasi pembangunan SR berdasarkan surat resmi dari Kementerian PUPR.

Ia menambahkan, Dirjen Prasarana Strategis menilai lokasi tersebut layak dan memadai untuk dibangun sekolah rakyat.

Sekolah rakyat di Bangka Tengah nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam data statistik nasional. Anak-anak akan bersekolah dengan sistem asrama lengkap dengan fasilitas tempat tidur serta makan dan minum yang disediakan.

“Tujuannya untuk mencegah anak-anak putus sekolah, khususnya dari keluarga tidak mampu. Anak-anak dari seluruh Bangka Belitung bisa bersekolah di sini, tetapi anak Bangka Tengah tetap menjadi prioritas,” tegas Algafry. (Bangkapos.com/Sepri Sumartono) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved