Rabu, 20 Mei 2026

Idul Adha 2025

Apakah Boleh Berpuasa Arafah Jelang Idul Adha 2025 Jika Masih Punya Utang Puasa Ramadhan?

Apakah boleh berpuasa Arafah menjelang Idul Adha 2025 jika masih punya utang puasa Ramadhan?

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews.com
ILUSTRASI PUASA -- Apakah boleh berpuasa Arafah menjelang Idul Adha 2025 jika masih punya utang puasa Ramadhan? 

BANGKAPOS.COM -- Apakah boleh berpuasa Arafah menjelang Idul Adha 2025 jika masih punya utang puasa Ramadhan?

Seperti diketahui bahwa puasa Arafah 2025 pada 9 Dzulhijjah 1446 H dilaksanakan pada 5 Juni 2025.

Puasa Arafah merupakan ibadah sunah yang dianjurkan untuk Muslim karena memiliki banyak keutamaan, salah satunya menghapuskan dosa.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda mengatakan, ada dua jenis waktu ibadah, yakni muwassa' dan mudhayyaqah.

Muwassa' adalah ibadah yang mempunyai waktu leluasa, di mana terdapat pilihan waktu utama (di awal waktu), waktu boleh (di tengah waktu), dan waktu wajib (waktu akhir).

Contohnya, kata Miftahul, adalah ibadah shalat lima waktu, di mana Muslim diperbolehkan melakukan shalat di sepanjang waktu yang ditentukan untuk shalat tersebut.

Kemudian yang kedua, wajib mudhayyaqah yaitu ibadah yang waktunya sempit, seperti puasa bulan Ramadhan, puasa sunah Arafah, dan lainnya.

"Puasa Arafah waktunya hanya 1 hari saja yaitu tanggal 9 Zulhijah, tidak dapat didahulukan 1 hari maupun diundur di hari berikutnya, sehingga puasa ini masuk ibadah mudhayyaqah," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Lalu, jika Muslim berniat puasa di Hari Arafah tetapi mereka masih mempunyai utang puasa Ramadhan, mana yang harus dia dahulukan?

Dalam hal ini, Miftah menyampaikan bahwa ada dua pilihan, yaitu:

1. Mendahulukan puasa Arafah  Miftah mengatakan, Muslim bisa berniat untuk puasa Arafah dan melakukan qada (mengganti) puasa Ramadhan di hari yang lain.

Melakukan qada puasa adalah kewajiban umat Islam untuk mengganti hari puasa yang telah ditinggalkan atau tidak dijalankan selama bulan Ramadhan karena alasan tertentu.

Puasa Arafah memiliki waktu yang terbatas, yaitu hanya di hari kesembilan bulan Zulhijah.

Sementara itu, mengganti puasa Ramadhan bisa dilakukan di lain hari. 

2. Menggabungkan dua niat puasa Kemudian yang kedua, Muslim dapat menggabungkan niat puasa Arafah dengan niat mengganti puasa Ramadhan dalam satu hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved