Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Jelang Idul Adha, Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK

Hingga 3 Juni 2025 tercatat sebanyak 1.353 ekor sapi dan 917 ekor kambing dinyatakan layak untuk menjadi hewan kurban pada Idul Adha

Tayang:
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi foto hewan kurban sapi di Paritlalang Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang terdata bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Demikian hal tersebut disebutkan oleh, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Zunaria, Selasa (3/6/2025).

"Per hari ini, tidak ada lagi hewan kurban di Pangkalpinang yang terkonfirmasi PMK. Seluruh ternak yang masuk daftar pantauan kami dalam kondisi sehat dan siap untuk dikurbankan," ujar Zunaria kepada Bangkapos.com, Selasa (3/6/2025).

Dari data yang dihimpun Dinas Pangan dan Pertanian, hingga 3 Juni 2025 tercatat sebanyak 1.353 ekor sapi dan 917 ekor kambing dinyatakan layak untuk menjadi hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.

Zunaria menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan ternak serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan hewan kurban

"Kami tidak hanya memantau menjelang hari raya, tetapi hingga hari-H penyembelihan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berkurban," ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Pangan dan Pertanian telah membagikan desinfektan kepada para peternak dan pedagang hewan kurban. Selain itu, penyemprotan kandang, pemberian vitamin dan pengecekan fisik ternak juga rutin dilakukan untuk memastikan kebugaran hewan.

"Kami juga aktif memberikan edukasi kepada para peternak dan pedagang, agar mereka paham pentingnya menjaga kebersihan kandang, serta mengisolasi ternak baru sebelum bercampur dengan hewan lainnya," katanya.

Menurut Zunaria, keberhasilan mencegah penyebaran PMK tahun ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah, peternak, pedagang dan masyarakat.

Ia berharap sinergi ini terus terjaga demi menjamin kualitas hewan kurban di masa mendatang.

"Keselamatan dan kesehatan hewan kurban bukan hanya soal ibadah, tapi juga bagian dari menjaga kesehatan masyarakat secara umum," tegasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved