Kamis, 9 April 2026

Awalnya Bahlil Datang ke Sorong tapi Ditolak dan Dikatai Penipu, Kecoh Pendemo di Bandara

Demonstran menuding Bahlil melakukan penipuan karena hanya menyebut satu perusahaan tambang nikel, yaitu PT Gag Nikel.

Editor: fitriadi
Kolase KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY || Indonesia/travel
POLEMIK TAMBANG NIKEL -- (kiri) Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (kana) Pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Demonstran menuding Bahlil melakukan penipuan karena dia hanya menyebut satu perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah Raja Ampat, yaitu PT Gag Nikel. 

BANGKAPOS.COM, SORONG - Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Sorong mendapat penolakan dari para aktivis tambang.

Lawatan Bahlil terjadi di tengah sorotan tajam terhadap aktivitas pertambangan nikel di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil daerah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Bahlil pun dikepung para demonstran ketika di berada di area Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu pagi (7/6/2025).

Para demonstran ini adalah aktivis penolak aktivitas tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Mereka tergabung dalam Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua.

Melalui seorang utusan, Bahlil sempat meminta perwakilan massa bertemu dengannya di kawasan bandara. Akan tetapi, situasi berubah ketika demonstran hendak memasuki terminal bandara.

Bahlil terpaksa keluar melalui pintu belakang bandara sekitar pukul 07.02 WIT. Tindakannya itu membuat para demonstran marah dan kecewa.

Demonstran menuding Bahlil melakukan penipuan karena dia hanya menyebut satu perusahaan tambang nikel, yaitu PT Gag Nikel. Padahal, di Raja Ampat terdapat empat perusahaan besar yang beroperasi.

Naik Helikopter Pantau Tambang Nikel

Kendati kedatangannya ditolak oleh para aktivis, Bahlil tetap melanjutkan perjalanannya ke Pulau Gag untuk meninjau tambang nikel. Dia menggunakan helikopter pada pukul 09.00 WIT.

Di pulau itu Bahlil dijadwalkan memimpin paparan teknis dari pihak PT Gag Nikel, meninjau area tambang dan kawasan reklamasi, dan menggelar wawancara terbatas dengan media.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, yakni PT Gag Nikel, PT Kawei Sejahtera Mining, PT Anugerah Surya Pratama dan PT Mulia Raymond Perkasa.

Bahlil Hentikan Sementara Tambang Nikel

Sebelumnya, Bahlil sudah menghentikan sementara kegiatan operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag. Penghentian sementara dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat tentang dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat.

Menurut Bahlil, PT Gag Nikel adalah satu-satunya perusahaan yang saat ini berproduksi di wilayah tersebut.

Kontrak karya (KK) perusahaan anak usaha PT Antam Tbk itu terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved