Senin, 27 April 2026

Sosok Hikmatullah Anggota DPRD Cilegon Tabrak Pendemo dengan Mobil, Bantah Sengaja: Cuma Ditempel

"Itu kan cuma di tempel. Itu begitu doang, saya rem," ujar Hikmatullah melalui sambungan telepon, dikutip dari Kompas.com.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kolase Instafram @h.hikmatullah.official_ || Instagram @KompasTV
ANGGOTA DPRD TABRAK PENDEMO -- (kiri) ikmatullah, Anggota DPRD Cilegon dari Partai Gelora / (kanan) Tangkapan layar sebuah mobil yang diduga dikendarai anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Gelora, Hikmatullah, menabrak salah satu pendemo hingga mengalami luka di kaki kiri. 

Dikutip dari Tribun Banten, berdasarkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) Tahun 2024, Hikmatullah tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 6,34 miliar.

Adapun harta kekayaan yang dimiliki Hikmatullah tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 5.172.600.000.

Hikmatullah juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin berupa mobil Mazda CX-5 Kuro Limited Edition Tahun 2023, mobil Toyota Hilux 1 Cabin tahun 2020 dan motor Vespa Primavera IGET tahun 2021 denganm total senilai Rp 731 juta.

Kemudian harta lainnya diperoleh dari surat berharga senilai Rp 425 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 19.146.000

Hikmatullah tercatat memiliki harta kekayaan dengan total sebanyak Rp 6.347.746.000, tanpa memiliki utang.

Tabrak Pendemo dengan Mobil

Insiden mengejutkan terjadi saat aksi mogok kerja yang digelar oleh Federasi Serikat Buruh Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) di depan pabrik kawasan Cilegon.

Sebuah mobil yang diduga dikendarai anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Gelora, Hikmatullah, menabrak salah satu pendemo hingga mengalami luka di kaki kiri.

Ketika datang, Hikmatullah mengendarai mobil Mazda putih dengan nomor polisi B 2822 NFA.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB saat para buruh melakukan aksi mogok kerja dan memblokade pintu masuk pabrik.

Korban, Hasan, menceritakan bahwa mobil tiba-tiba menerobos barisan massa aksi dan menabraknya hingga kakinya terjepit antara mobil dan pagar besi.

Meski mengalami luka, pengemudi mobil justru turun dan tidak segera menggeser kendaraan.

Hikmatullah membantah melakukan tindakan arogan atau sengaja menabrak pendemo.

Ia menyebut bahwa tindakannya itu hanya sebatas shock terapy saja.

"Saya maksa sekadar untuk nge-ghost kepada mereka (pedemo). Kalau saya niat nabrak, patah engga kaki orang?"

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved