Pilkada Pangkalpinang 2025

Survei Pra-Pendaftaran Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, Ini Hasilnya

angka elektabilitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti rekam jejak, tingkat pengenalan publik, serta persepsi terhadap program dan...

Ist / Divo Dharma Silalahi
Foto bersama salah satu mahasiswa Universitas Pertiba yang melakukan tugas Survei Jelang Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang tahun 2025, pada beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang masa pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang pada 26–28 Juni 2025 mendatang, Lembaga Survei Elekta Research Center Universitas Pertiba merilis hasil survei pra-pendaftaran Pilkada Ulang 2025. Hasilnya, Maulana Aklil atau yang akrab disapa Molen masih memimpin tingkat elektabilitas calon Wali Kota.

Survei dilakukan pada 14–19 Juni 2025 dengan melibatkan 351 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di Pangkalpinang. Tim survei terdiri dari 45 mahasiswa Fakultas Sains dan Informatika Universitas Pertiba yang menggunakan metode stratified multistage random sampling untuk menjaga akurasi dan representasi data.

Direktur Elekta Research Center yang juga Dekan Fakultas Sains dan Informatika Universitas Pertiba, Divo Dharma Silalahi menjelaskan, survei ini merupakan bagian dari kontribusi akademik kampus dalam mendukung demokrasi lokal.

"Mahasiswa yang diturunkan berasal dari Program Studi Sains Data, Sistem Teknologi Informasi, dan Rekayasa Komputer. Mereka telah mendapat pelatihan metodologi dan teknik survei sebagai bagian dari kurikulum kampus," ungkap Divo dalam rilis kepada Bangkapos.com, Kamis (19/6/2025).

Divo menjelaskan, angka elektabilitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti rekam jejak, tingkat pengenalan publik, serta persepsi terhadap program dan karakter personal masing-masing kandidat.

Survei juga menunjukkan bahwa 76,3 persen responden menyatakan akan menggunakan hak pilih jika Pilkada Ulang digelar hari ini. Sebanyak 5,7 persen memilih golput, sementara 18 persen lainnya masih belum menentukan sikap.

Menariknya, 39,2 persen responden berharap Pilkada diikuti lebih dari satu pasangan calon, menandakan adanya kerinduan masyarakat terhadap kontestasi ide dan visi pembangunan. Sementara itu, 17,7 persen tidak mempermasalahkan jika hanya ada calon tunggal, sedangkan 30,8 persen menyatakan netral dan 12,3 persen tidak memberikan jawaban.

Di sisi lain, 95,4 persen responden menilai pelaksanaan Pilkada sebelumnya berlangsung jujur dan adil, sementara hanya 4,6 persen mengaku tidak puas terhadap proses sebelumnya.

Rektor Universitas Pertiba, Dr. Suhardi menyampaikan, temuan ini menjadi bagian penting dari fungsi akademik kampus dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi.

"Kami bersyukur kepercayaan publik terhadap Pilkada sebelumnya cukup tinggi. Ini bukti bahwa sinergi antara penyelenggara, pemerintah, kampus, dan masyarakat berjalan baik. Perlu terus ditingkatkan lewat sosialisasi agar angka partisipasi bisa lebih tinggi," jelasnya.

Ketua Yayasan Pertiba, Adisuputra, menegaskan bahwa kampus akan menjaga independensi dan objektivitas dalam setiap kajian dan survei yang dilakukan. Menurutnya, Elekta Research Center hadir sebagai ruang akademik yang profesional dan bebas dari intervensi politik praktis.

Kepala Bagian Admisi dan Kehumasan Universitas Pertiba, Eddy Supriyadi, S.Pd., M.Pd., menambahkan, hasil survei ini masih bersifat dinamis dan bisa berubah seiring waktu.

"Peluang masih terbuka bagi semua kandidat. Masyarakat masih menilai dan menanti program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan publik. Ini saatnya para bakal calon tampil dengan gagasan konkret," ujarnya.

Dalam simulasi 10 nama bakal calon Wali Kota, lima nama teratas berdasarkan elektabilitas adalah:

1. Maulana Aklil (Molen) – 22,2 persen
2. Basit Cinda – 15,0 persen
3. Prof. Saparudin – 12,3 persen
4. Muhammad Sopian – 10,2 persen
5. Eka Mulya Putra (independen) – 8,7 persen

Sementara untuk bakal calon Wakil Wali Kota, lima nama teratas dalam elektabilitas adalah:

1. Radmida Dawam – 13,2 persen
2. Masagus M. Hakim – 10,8 persen
3. Dessy Irwansyah – 10,2 persen
4. Bong Ming Ming – 8,7 persen
5. Efendi Sugianto – 7,3 persen

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved