Kamis, 4 Juni 2026

Sosok Harjono Sigit Ayah Maia Estianty, Punya Karir dan Latar Belakang Mentereng

Dibalik kekayaan sang suami, Maia Estianty ternyata memiliki seorang ayah yang merupakan mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Su

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: Evan Saputra
Tribun Medan
AYAH MAIA ESTIANTY -- Berdasarkan profil dari laman Ayorek.org yang ditautkan di profil Instagram-nya, Harjono lahir di Madiun pada 21 September 1939. 

BANGKAPOS.COM - Dibalik kekayaan sang suami, Maia Estianty ternyata memiliki seorang ayah yang merupakan mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya. Nama sang ayah ialah Harjono Sigit yang kini berusia 86 tahun.

Diketahui, Maia Estianty menikah dengan pengusaha kaya Irwan Mussry.

Meski dikenal sebagai seorang musisi, Maia Estianty ternyata tumbuh dari keluarga berpendidikan.

Lantas seperti apa sosok ayah Maia Estianty?

Sosok Harjono Sigit

Berdasarkan profil dari laman Ayorek.org yang ditautkan di profil Instagram-nya, Harjono lahir di Madiun pada 21 September 1939.

Harjono merupakan cucu dari pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto. Harjono tumbuh menjadi arsitek andal yang membangun berbagai bangunan penting pada masanya.

Baca juga: Siapa Widodo? Sosok yang Disebut Cetak Ijazah Jokowi di Pasar Pramuka

Dari Madiun, Harjono merantau ke Bandung untuk kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) dengan Jurusan Arsitektur.

Ia lulus tahun 1964 dan merengkuh gelar Insinyur atau Ir. Masih aktif bermedia sosial, Harjono membagikan fotonya ketika wisuda bersama teman-teman sekampusnya dulu ke akun Instagram @harjonosigit.

"Wisuda ITB tahun 1964, belum musim pakai toga," tulis Harjono.

Dalam foto tersebut memang tampak para mahasiswa laki-laki mengenakan setelan celana panjang bahan, jas, dan dasi. Di leher mereka masing-masing terkalung medali.

Harjono merupakan salah satu pelopor Program Studi Arsitektur di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember).

Ia bersama rekan-rekan lulusan ITB lainnya, yakni Djelantik, Johan Silas, dan Harry Winarno Kwari mengembangkan pengajaran ilmu arsitektur.

Jurusan tersebut baru diresmikan di ITS pada 1965. Sembari menjadi dosen Harjono tetap mempraktikkan ilmu arsiteknya ke lapangan langsung dan menghasilkan karya-karya terkenal.

Usai melalui berbagai jabatan, pada 1982 Harjono diangkat sebagai rektor kelima ITS. Masa baktinya selesai tahun1986.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved