Pilot Saudi Airlines Angkut Jemaah Haji RI Diteror Via Email, BNPT Respon Isu Pengirim dari Mumbai

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan aparat penegak hukum tengah menyelidiki pengirim email berisi ancaman bom kepada pilot Saudi Airlines.

Editor: fitriadi
Via Tribunjateng.com
MENDARAT DARURAT - Pesawat Saudia Airlines rute Jeddah-Jakarta mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara pada Selasa (17/6/2025) Pesawat yang membawa 422 jemaah haji asal Depok-Bekasi itu mendarat darurat karena ada pesan berisi ancaman bom yang dikirim via email. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) belum bisa memastikan sumber dua kali teror bom terhadap maskapai Saudi Airlines pembawa jemaah haji Indonesia.

Teror bom dikirim via email kepada pilot sehingga awak pesawat memutuskan melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Peristiwa ancaman bom pertam terjadi pada pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SV5276 yang melayani rute Jeddah–Jakarta pada Selasa (17/06/2025) pukul 11.19 WIB.

Baca juga: Pesawat Angkut Jemaah Haji Kembali Diteror Bom, Polri Minta Bantuan FBI Teliti Email Peneror

Kejadian kedua pada pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SVA 5688 yang melayani rute Jeddah–Muscat Oman–Surabaya pada Sabtu (21/6/2025) pagi pukul 09.27 WIB.

Kepala Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengatakan aparat penegak hukum tengah menyelidiki tentang peristiwa yang terjadi.

"Kalau kami BNPT berkoordinasi lintas bilateral baik ke Arab Saudi atau pihak lain untuk mencari informasi sumber dari pada (teror itu)," kata Eddy Hartono di Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2025).

Sumber asal negara pengirim email ancaman bom saat ini masih terus didalami.

Eddy menuturkan pemerintah melalui Menkopolkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan juga telah membuat statement untuk bekerjasama mencari informasi sumber (email) itu. Isu yang beredar email dikirimkan dari Mumbai India.

MENDARAT DARURAT - Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 Rute Muscat, Arab Saudi tujuan Surabaya yang mengangkut jemaah haji kloter 33 Surabaya mendarat darurat di bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (21/6/2025).
MENDARAT DARURAT - Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 Rute Muscat, Arab Saudi tujuan Surabaya yang mengangkut jemaah haji kloter 33 Surabaya mendarat darurat di bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (21/6/2025). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Kepala BNPT tak ingin gegabah dalam menjawab rumor tersebut.

"Nah itu kita gabisa tentukan sebelum kita lakukan upaya validasi karena jangan sampai kita salah menelaah dan menganalisis," imbuhnya.

Paska teror pertama terjadi, PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan penyelidikan dilakukan bersam stakeholder lintas sektor.

"Densus melakukan penyelidikan dengan melibatkan multi stakeholder dan otoritas untuk mengusut pengancaman tersebut," kata Mayndra kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).

Hasil pemeriksaan dengan stakeholder tak ditemukan adanya bom di pesawat tersebut.

“Kita dari awal telah merespon itu dengan pengembangan, tapi sampai sekarang belum ditemukan (Bom),” kata Mayndra.

Ancaman tersebut diketahui dikirimkan oleh pelaku melalui email yang terdeteksi dari Mumbai, India.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved