Pilot Saudi Airlines Angkut Jemaah Haji RI Diteror Via Email, BNPT Respon Isu Pengirim dari Mumbai
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan aparat penegak hukum tengah menyelidiki pengirim email berisi ancaman bom kepada pilot Saudi Airlines.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) belum bisa memastikan sumber dua kali teror bom terhadap maskapai Saudi Airlines pembawa jemaah haji Indonesia.
Teror bom dikirim via email kepada pilot sehingga awak pesawat memutuskan melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Peristiwa ancaman bom pertam terjadi pada pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SV5276 yang melayani rute Jeddah–Jakarta pada Selasa (17/06/2025) pukul 11.19 WIB.
Baca juga: Pesawat Angkut Jemaah Haji Kembali Diteror Bom, Polri Minta Bantuan FBI Teliti Email Peneror
Kejadian kedua pada pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan SVA 5688 yang melayani rute Jeddah–Muscat Oman–Surabaya pada Sabtu (21/6/2025) pagi pukul 09.27 WIB.
Kepala Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengatakan aparat penegak hukum tengah menyelidiki tentang peristiwa yang terjadi.
"Kalau kami BNPT berkoordinasi lintas bilateral baik ke Arab Saudi atau pihak lain untuk mencari informasi sumber dari pada (teror itu)," kata Eddy Hartono di Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2025).
Sumber asal negara pengirim email ancaman bom saat ini masih terus didalami.
Eddy menuturkan pemerintah melalui Menkopolkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan juga telah membuat statement untuk bekerjasama mencari informasi sumber (email) itu. Isu yang beredar email dikirimkan dari Mumbai India.
Kepala BNPT tak ingin gegabah dalam menjawab rumor tersebut.
"Nah itu kita gabisa tentukan sebelum kita lakukan upaya validasi karena jangan sampai kita salah menelaah dan menganalisis," imbuhnya.
Paska teror pertama terjadi, PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan penyelidikan dilakukan bersam stakeholder lintas sektor.
"Densus melakukan penyelidikan dengan melibatkan multi stakeholder dan otoritas untuk mengusut pengancaman tersebut," kata Mayndra kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).
Hasil pemeriksaan dengan stakeholder tak ditemukan adanya bom di pesawat tersebut.
“Kita dari awal telah merespon itu dengan pengembangan, tapi sampai sekarang belum ditemukan (Bom),” kata Mayndra.
Ancaman tersebut diketahui dikirimkan oleh pelaku melalui email yang terdeteksi dari Mumbai, India.
| BNPT Awasi Roblox dan Game Online Cegah Radikalisasi Anak di Ruang Digital |
|
|---|
| 112 Anak Terpapar Radikalisme lewat Game Online dan Media Sosial Sepanjang 2025 |
|
|---|
| 10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Pesan Ancaman Pelaku Lewat Email, Gegana Telusuri |
|
|---|
| Cek Bansos 600 Ribu dari BPNT September 2025 di cekbansos.kemensos.go.id dan Jadwal Pencairannya |
|
|---|
| Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH-BPNT September 2025 di cekbansos.kemensos.go.id |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250619-pesawat-saudi-airline-bawa-jemaah-haji-mendapat-darurat-di-bandara-kualanamu.jpg)