Senin, 4 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

HIMASERDA Unmuh Babel dan Siswa SMP Muhammadiyah Tanam 50 Bibit Matoa di Tahura Bukit Mangkol

Penanaman ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga menanam nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat ecopreneurship dalam diri ....

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Istimewa/ dok HIMASERDA UNMUH Babel 
TANAM POHON -- Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (HIMASERDA Unmuh Babel) bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah Pangkalpinang saat melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Rabu (9/7/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 50 bibit pohon matoa ditanam dalam aksi kolaboratif yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (HIMASERDA Unmuh Babel ) bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah Pangkalpinang, Rabu (9/7/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan HIMASERDA & FOLU Goes to School yang telah berlangsung sejak Mei 2025.

Mengusung tema “Peningkatan Kepedulian dan Jiwa Ecopreneurship melalui Pemberdayaan Siswa,” kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini, tidak hanya melalui teori, tetapi lewat aksi nyata di alam.

Tepat pukul 08.00 WIB, para peserta mulai berkumpul di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol. Meski cuaca mendung dan hujan deras mengguyur kawasan, semangat para siswa dan mahasiswa tak surut.

Dosen Pembina HIMASERDA Unmuh Babel, Randi Syafutra, S.Si., M.Si., menjadi penggerak utama gerakan konservasi berbasis edukasi ini.

Ketua pelaksana kegiatan, Giva Lihin, mengaku bangga dan terharu dengan semangat luar biasa dari para siswa.

“Kami tidak menyangka semangat adik-adik SMP begitu luar biasa. Meski hujan deras mengguyur, mereka tetap antusias menanam dan belajar tentang pentingnya konservasi. Ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan lingkungan harus diberikan sejak dini, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga langsung di alam,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Senada dengan Giva, Randi Syafutra, S.Si., M.Si., selaku dosen pembina HIMASERDA Unmuh Babel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari proses pembelajaran transformatif.

TANAM POHON -- Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (HIMASERDA UNMUH BABEL) bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah Pangkalpinang saat melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Rabu (9/7/2025).
TANAM POHON -- Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (HIMASERDA UNMUH BABEL) bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah Pangkalpinang saat melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Rabu (9/7/2025). (Istimewa/ dok HIMASERDA UNMUH Babel )

“Penanaman ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga menanam nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat ecopreneurship dalam diri siswa. Kita ingin menciptakan generasi yang tidak hanya peka terhadap isu lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan,” ujar Randi dalam rilis, Kamis (10/7/2025).

Apresiasi juga datang dari Ketua Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam UNMUH BABEL, Sujadi Priyansah, S.Hut., M.Sc. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menghubungkan antara teori dan praktik langsung di lapangan. Ini juga merupakan bentuk pengabdian yang bermakna bagi lingkungan dan generasi muda,” ucap Sujadi.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya yang digelar pada 21 Mei 2025, berupa sosialisasi dan edukasi lingkungan di SMP Muhammadiyah Pangkalpinang. Dalam kegiatan tersebut, HIMASERDA memberikan materi konservasi dan ecopreneurship dengan pendekatan interaktif kepada para siswa.

Melalui kegiatan berkelanjutan ini, HIMASERDA Unmuh Babel berkomitmen untuk terus menyemai kesadaran ekologis dan membina generasi muda sebagai agen perubahan di komunitasnya. Penanaman 50 bibit pohon matoa ini menjadi lebih dari sekadar aksi simbolis, ia adalah tonggak penting dalam menyatukan pendidikan, konservasi, dan pengembangan jiwa kepemimpinan berwawasan lingkungan. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved