Kamis, 11 Juni 2026

Siapa Andini Permata Videonya Viral hingga Diburu, Hati-hati Ternyata Jebakan, Kominfo Turun Tangan

Ternyata Andini Permata adalah sosok yang fiktif alias tidak nyata. Sosok Andini Permata sengaja dibuat untuk kepentingan pencurian data pribadi lewat

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
istiwewa
SOSOK VIRAL - Belakangan di media sosial viral sosok seorang perempuan muda yang diketahui bernama Andini Permata. Andini Permata viral karena video berdurasi 2 menit 31 detik yang tersebar luas di TikTok, X, dan Telegram Sosok ini muncul dalam sebuah video berdurasi 2 menit 31 detik bersama seorang anak laki-laki yang disebut dan diduga sebagai adiknya. 

BANGKAPOS.COM -- Siapa Andini Permata, sosoknya viral di media sosial hingga videonya sering diburu.

Ternyata Andini Permata adalah sosok yang fiktif alias tidak nyata.

Sosok Andini Permata sengaja dibuat untuk kepentingan pencurian data pribadi lewat link jebakan malware.

Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan satu pun akun media sosial terverifikasi yang bisa mengonfirmasi identitasnya.

Nama Andini pun tidak memiliki jejak digital yang jelas.

Sebelumnya, sosok Andini Permata viral karena video berdurasi 2 menit 31 detik yang tersebar luas di  di TikTok, X, dan Telegram.

Sosok Andini muncul dalam sebuah video berdurasi 2 menit 31 detik bersama seorang anak laki-laki yang disebut dan diduga sebagai adiknya.

Video ini pertama kali muncul pada 4 Juli 2025 di TikTok, diunggah oleh akun-akun anonim dan gosip.

Dalam video tersebut, seorang wanita muda tampil menari dengan gaya ekspresif diiringi musik "jedag-jedug" yang sedang tren.

Ia berganti-ganti pakaian mulai dari daster, tanktop, baju bergaris hitam-putih, hingga pakaian mirip seragam pelayan restoran.

Di beberapa bagian video, tampak seorang anak laki-laki dengan raut bingung yang disebut-sebut sebagai adiknya.

Komentar warganet mempercepat viralnya video ini.

Yang mengejutkan, link video yang tersebar luas ternyata bukan sekadar konten biasa.

Saat diklik, banyak dari tautan tersebut justru mengarahkan pengguna ke situs-situs mencurigakan yang meminta informasi pribadi.

Beberapa situs palsu itu meminta data seperti nama lengkap, email, nomor ponsel, hingga nomor rekening.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved