Berita Viral

Elma Istri Brigadir Nurhadi Curiga Suaminya Dicekoki Sebelum Tewas: Merokok Saja Tak Bisa

Istri Brigadir Nurhadi, Elma Agustina, curiga suaminya tewas karena dicekoki dan dipaksa. Ia juga membantah keras tuduhan menerima uang Rp400 juta

Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: fitriadi
Kolase Ist | Kompas.com/Fitri Rachmawati
ELMA ISTRI NURHADI -- (kiri) Kompol Yogi / (kanan) Elma istri Brigadir Nurhadi | Elma membantah menerima uang Rp 400 juta dari Kompol Yogi, dengan tegas ia mengatakan tidak mungkin menukar nyawa sang suami dengan uang 

BANGKAPOS.COM -- Elma Agustina (28), istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, masih larut dalam duka mendalam atas kehilangan suami tercinta.

Nurhadi ditemukan tewas secara tragis di kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan saat tengah menjalani tugas mendampingi dua atasannya, Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Suchandra.

Di kediamannya yang berada di Desa Sembung, Narmada, Lombok Barat, Elma membagikan momen terakhir bersama suaminya.

Ia mengingat jelas panggilan video yang dilakukan pada Rabu, 16 April 2025 pukul 16.00 WITA.

"Begitu dia sampai di Gili Trawangan, di dalam kamar dia video call. Dia tanyakan anak-anak, tidak ada masalah apa-apa, sama sekali tidak ada."

"Waktu dia video call, dia kelihatan masih segar dan sehat," ungkap Elma kepada Kompas.com pada Jumat (11/7/2025) malam.

Setelah panggilan itu, sang putra kedua sempat mencoba menghubungi Nurhadi kembali setelah Maghrib, tepatnya pukul 17.00 WITA. Namun tak satu pun panggilan yang diangkat.

"Anak saya menelepon sekitar tiga kali, aktif tapi tidak diangkat-angkat. Akhirnya datang kabar buruk itu pada Kamis, 17 Mei 2025, pukul 02.00 WITA," tambahnya.

Elma masih belum bisa menerima kenyataan. Sebelum berangkat, Nurhadi sempat berpamitan dan bahkan masih sempat bercanda seperti biasa.

Ia menyampaikan bahwa dirinya hanya akan mengantar atasannya ke Gili Trawangan untuk tugas.

Yang membuat hati Elma kian tersayat adalah berbagai spekulasi dan pernyataan terkait penyebab kematian sang suami.

Ia menegaskan bahwa Nurhadi tak pernah memiliki masalah di kantor dan tidak mungkin terlibat dalam pesta liar seperti yang disebutkan.

"Merokok saja dia tidak bisa, apalagi memakai obat-obatan dan minum minuman keras. Itu sama sekali tidak benar. Saya merasa dia dicekoki, dipaksa," kata Elma dengan suara bergetar menahan tangis.

Tak hanya itu, Elma juga disudutkan dengan tuduhan menerima uang ratusan juta rupiah dari tersangka agar kasus ini tidak dipermasalahkan. Tuduhan itu ia bantah keras.

"Itu semua fitnah. Saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang. Tidak pernah ada uang 400 juta itu, demi Allah. Seperti apa yang 400 juta saja tidak pernah saya lihat," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved