Senin, 1 Juni 2026

Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Terluka Kena Serangan Israel Selama Perang 12 Hari

Inilah profil dan perjalanan karir Masoud Pezeshkian Presiden Iran yang terluka akibat serangan Israel selama perang 12 hari pertengahan bulan lalu

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: Evan Saputra
Tribunnews
IRAN VS ISRAEL -- Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Terluka Kena Serangan Israel Selama Perang 12 Hari 

BANGKAPOS.COM - Inilah profil dan perjalanan karir Masoud Pezeshkian Presiden Iran yang terluka akibat serangan Israel selama perang 12 hari pertengahan bulan lalu.

Dilansir dari laporan Fars News Agency, serangan tersebut terjadi saat para pemimpin Iran melakukan pertemuan di lantai bawah gedung yang dijaga ketat di Teheran Barat.

Serangan rudal menyasar pintu masuk dan keluar gedung. Serangan disebut mirip dengan operasi pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

Para pejabat Iran berhasil melakukan evakuasi melalui pintu darurat. Pezeshkian dilaporkan "terluka selama evakuasi tetapi berhasil keluar dengan selamat."

Laporan tersebut juga menyebutkan otoritas Iran mencurigai ada kebocoran internal, dengan menyebutkan keakuratan serangan tersebut.

Baca juga: Gubernur Babel Hidayat Arsani Kecewa Ijazah S1 Wagub Hellyana Terindikasi Palsu: Dia Bilang Asli

Perang selama 12 hari antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni setelah Tel Aviv melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat sedikitnya 606 orang tewas dan 5.332 lainnya luka-luka.

Iran pun membalas dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Israel, menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang.

Konflik tersebut mereda setelah ada kesepakatan gencatan senjata, disponsori Amerika Serikat yang mulai berlaku pada 24 Juni lalu.

Profil Presiden Iran

Masoud Pezeshkian merupakan seorang dokter ahli bedah jantung dan politikus reformis Iran.

Pria kelahiran Mahabad ini mendapatkan gelar dokternya setelah menyelesaikan studi di Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz dan Universitas Ilmu Kedokteran Iran.

Pezeshkian pernah ditugaskan untuk mengerahkan tim medis ke garis depan dalam perang Iran-Irak pada 1980-an atau dikenal dengan Perang Teluk, dilansir dari Reuters, Minggu (7/7/2024).

Pada 1994, dia kehilangan istri dan salah seorang anaknya dalam sebuah kecelakaan mobil Pezehkian pun membesarkan ketiga anaknya sendirian tanpa menikah lagi.

Namanya mulai dikenal publik ketika ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran dalam kabinet kedua Presiden Mohammad Khatami pada 2001-2005.

Dia lalu meraih kursi sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Islam Iran sejak 2008, mewakili daerah pemilihan Tabriz, Osku, dan Azarshahr.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved