Bangka Pos Hari Ini
Bulog Bangka Pastikan Beras yang Didistribusikan Aman Dikonsumsi, Bebas dari Oplosan
Perum Bulog Cabang Bangka memastikan seluruh produk beras yang mereka distribusikan, baik jenis medium, SPHP, maupun premium aman dikonsumsi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perum Bulog Cabang Bangka memastikan seluruh produk beras yang mereka distribusikan, baik jenis medium, SPHP, maupun premium, telah sesuai dengan ketentuan dan aman dikonsumsi masyarakat.
Hal itu disampaikan Pimpinan Cabang Perum Bulog Bangka, Akhmad Fahmi Yasin, menyusul adanya temuan 212 merek beras yang diduga dioplos dan melanggar mutu.
“Untuk beras dari Bulog tidak ada yang masuk ke dalam list (daftar) 212 merek tersebut, baik kelas medium, SPHP, maupun premium. Jadi, masyarakat bisa aman membeli beras dari Bulog,” kata Fahmi, Selasa (15/7).
Selain menjamin kualitas, Bulog Bangka juga menegaskan bahwa harga jual beras masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Harga beras medium maksimal Rp13.100 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga paling tinggi Rp15.400 per kilogram.
“Untuk harga masih di bawah HET, dan kami terus menjaga agar harga tetap terjangkau, sesuai dengan misi Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Fahmi.
Dia juga memastikan stok beras di gudang Bulog Bangka saat ini dalam kondisi aman, yakni sekitar 2.100 ton. “Minggu depan baru akan berkurang karena kami mulai penyaluran bantuan pangan,” ucap Fahmi.
Berpotensi Merugikan Masyarakat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, hasil investigasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri menemukan sedikitnya 212 merek yang tidak memenuhi standar mutu.
Masalah yang ditemukan mencakup berat kemasan yang kurang dari seharusnya hingga label premium yang tidak sesuai kualitas isi.
“Contoh, ada volume yang mengatakan 5 kilogram, padahal 4,5 kg. Kemudian ada yang 86 persen mengatakan bahwa ini premium, padahal itu adalah beras biasa. Artinya apa? Satu kilo bisa selisih Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram,” kata Amran, seperti dilansir Kompas.com, 15 Juli 2025.
Ia menambahkan, praktik ini berpotensi merugikan masyarakat hingga Rp99 triliun per tahun. (T3)
| Kisah Ngadiono Penumpang Bus ALS Selamat dari Tabrakan, Ajak Istri Lompat dari Jendela hindari Api |
|
|---|
| DPKP Bateng Klarifikasi, Punya Izin Kementan PT PSM Tak Wajib Miliki Kebun Sawit Inti 20 Persen |
|
|---|
| Terungkap Hasil CT Scan , Kondisi Korban Perundungan di Pesantren Bangka Ditemukan Luka pada Limpa |
|
|---|
| DLH Babel Belum Turun ke Lapangan Dugaan Pencemaran Sungai Kayu Ara, Baru Mau Cek SLO Perusahaan |
|
|---|
| Santri Korban Perundungan di Pesantren Bangka Trauma, Minta Pindah Sekolah, Keluarga Tuntut Keadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250715-Akhmad-Fahmi-Yasin.jpg)