Senin, 20 April 2026

Profil Biodata Sofian Effendi Eks Rektor UGM, Minta Maaf dan Cabut Pernyataan Soal Ijazah Jokowi

Sofian Effendi adalah Rektor UGM tahun 2002-2007 yang meminta maaf dan cabut pernyataannya soal ijazah Jokowi.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Kolase YouTube Balige Academy dan Tribunnew
PROFIL BIODATA - Sofian Effendi adalah Rektor UGM tahun 2002-2007 yang meminta maaf dan cabut pernyataannya soal ijazah Jokowi. Dia juga sempat menjabat Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah dilantik oleh Jokowi pada 2014. 

BANGKAPOS.COM - Berikut ini profil biodata Sofian Effendi, eks Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sofian Effendi adalah Rektor UGM tahun 2002-2007 yang meminta maaf dan cabut pernyataannya soal ijazah Jokowi.

Dia juga sempat menjabat Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah dilantik oleh Jokowi pada 2014.

Sofian Effendi berasal dari Bangka Belitung.

Lahir pada 28 Februari 1945, umur Sofian Effendi saat ini adalah 80 tahun.

Ia adalah putra seorang pensiunan pegawai negeri dan merupakan sulung dari 11 bersaudara.

Baca juga: Cara Cek PIP Kemdikbud 2025 Terbaru, Silakan Login di pip.kemendikdasmen.go.id, Ikuti Tahap Berikut

Baca juga: Siapa Sosok Mantan Suami Putri Karlina Wabup Garut, Calon Istri Maula Sudah Punya 3 Anak

Baca juga: Biodata Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya Akpol 1990, Keluarganya Kini Besan Dedi Mulyadi

Sofian Effendi menamatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar Negeri di Jebus pada
tahun 1957.

PROF SOFIAN EFFENDI
PROF SOFIAN EFFENDI (ugm.ac.id)

Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Kota Pangkalpinang.

Sedari Sofian Effendi adalah seorang kutu buku.

Kegemarannya bermula dari membaca koran dan majalah yang dilanggani ayahnya -Harian Keng Po dan Sin Po, serta Majalah Waktu-.

Ketika duduk di SMP, ia sudah melahap karya sastrawan Indonesia sampai Rusia hingga buku karangan Karl Marx.

Bahkan di bangku SMA ia sempat ketagihan cerita silat.

Kegemarannya ini ternyata banyak membantunya semenjak mahasiswa hingga sekarang.

Setelah menempuh pendidikan menengah atas, Prof Sofian Effendi kemudian merantau ke Kota Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada.

Pada tahun 1969, Prof Sofian Effendi menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada. 

Selepas menyelesaikan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada, Prof Sofian Effendi memulai karirnya sebagai akademisi/dosen Fisipol UGM pada tahun 1970.

Dua tahun mengabdi pada almamaternya, pria bertubuh tinggi besar itu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di University of Pittsburgh, USA.

Tahun 1975 beliau memperoleh geiar M.PIA untuk konsentrasi Pembangunan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Development) dan pada tahun 1978 berhasil memperoleh gelar Ph.D untuk konsentrasi Public Affairs.

Distertasi yang dipertahankannya waktu itu berjudul Acceptance of Modern Contraceptives: A Field Study in Rural Yogyakarta.

Disertasinya pula yang menjadi mula keterlibatannya dalam masalah kependudukan.

Seiring berjalan waktu, spesialisasi yang ditekuni Prof Sofian Effendi adalah analisis kebijakan publik; serta pengawasan dan evaluasi kebijakan publik.

Profesor Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada ini memiliki catatan karir dan pengalaman yang panjang dalam mengajar, menjadi top manajemen dalam universitasnya dan menduduki posisi senior dalam birokrasi Indonesia.

Adapun perjalanan karirnya adalah sebagai berikut, dikutip dari Kemendikdasmen:

1969-1998 Asisten Profesor Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada
1978-1983 sekretaris Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada
1981-1986 Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
1983–1994 Kepala Pusat penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada
1991-1994 Pembantu Rektor untuk Kerjasama Internasional Universitas Gadjah Mada
1992-2002 pendiri dan pengelola Magister Admnistrasi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada
1994-1995 Pembantu Rektor untuk Perencanaan dan Pembangunan Universitas Gadjah Mada
1995–1998 Starf Ahli Menteri Riset dan Teknologi, Departemen Riset dan Teknologi Republik Indonesia
1995-1998 Sekretaris Lembaga Ilmu Pengetahuan Republik Indonesia
1998 Staf Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia
1998-1999 Sekretaris Badan Koordinasi dan Pengawasan Kebijakan Republik Indonesia
1999-2000 Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia
1998-Professor kebijakan Publik Universitas GadjahMada
2002-2007 Rektor Universitas Gadjah Mada

Pernyataan Sofian Effendi Soal Ijazah Jokowi yang Kontroversial

Lewat pernyataan yang kontroversial, Sofian Effendi yang menyatakan Jokowi tak punya ijazah sarjana.

Sofian Effendi mengungkap fakta baru mengenai perkuliahan Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Profesor Sofian Effendi bercerita Jokowi memang benar mulai kuliah di UGM pada tahun 1980.

Saat itu ia bersama saudanya, Hari Mulyono.

Selama dua tahun menjalani perkuliahan, menurutnya Hari menunjukan penampilan, terbukti pada nilai-nilai akademisnya.

"Jokowi menurut informasi para profesor itu dan mantan dekan, pada tahun 1982 tidak lulus di dalam penilaian. 4 semester dinilai 30 mata kuliah dia index prestasinya (IPK) tidak tercapai," kata Sofian di Youtube Balige Academy.

Hal tersebut menurutnya sejalan dengan guyonan Jokowi ke Mahfud MD yang menyebut bahwa IPK dirinya tak sampai 2 tapi bisa lulus dari UGM.

"IPK di bawah 2. Saya lihat di dalam transkip nilai itu juga yang ditampilkan, dia kan hanya IPK-nya gak sampai 2 kan karena itu dia kalau sistemnya benar, karena waktu itu masih ada sarjana muda dan doktoral jadi dia tidak lulus, DO istilahnya, hanya boleh sampai BSC," katanya.

Bahkan menurutnya tugas akhir skripsi Jokowi juga tidak diuji oleh pembimbingnya, Achmad Soemitro.

"Pada waktu dia mengajukan tesis, mau diuji, tapi pas dia mau ke Aceh, jadi gak jadi ujian itu karena munkin Profesor Achmad Soemitro melihat kan bahwa anak ini punya BSC kok mau mengajukan skripsi. Karena memang tidak membimbing orang yang bukan MKDU, jadi dia belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan skripsi," katanya.

Profesor Sofian Effendi mengatakan skripsi yang ditulis Jokowi merupakan hasil mencontek.

"Itu yang pak Kasmudjo gak mau ngomong saat itu, skripsinya pun sebenarnya adalah contekan dari pidatonya Sunardi. Salah satu dekan. Kan baru pulang dari Canada terus dia bikin makalah mengenai perkembangan industri kayu, dan itu yang dipakai," katanya.

Menurutnya skripsi tersebut juga tidak pernah diuji.

"Saya tanya ke petugasnya, kok ini kosong, iya pa karena memang gak diuji dan gak ada nilainya. Makanya gak ada tanggal kan, gak ada nilai. Jadi kalau dia mengatakan saya punya ijazah asli, ya kalau BSC benar lah, tapi kalau ijazah skripsi gak punya dia," katanya.

Sofian Effendi Cabut Pernyataan dan Minta Maaf

Tak lama setelah wawancara itu, Sofian Effendi membuat surat mencabut pernyataan dan minta maaf.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Kamis, (17/7/2025), Sofian menjelaskan bahwa ia mencabut semua pernyataan dalam video yang tayang di kanal Langkah Update berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002–2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!" pada 16 Juli 2025.

“Saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran,” ujar Sofian.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keterangan resmi dari Rektor UGM saat ini, Prof. Dr. Ova Emilia pada 11 Oktober 2022 mengenai ijazah Jokowi adalah sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.

Prof. Sofian juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada semua pihak yang disebut dalam wawancara tersebut.

“Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut,” ucapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar wacana mengenai keaslian ijazah Jokowi dapat segera diakhiri.

Berikut isi pernyataan Sofian Effendi

“Terkait dengan informasi yang tersebar dari live streaming di kanal YouTube Langkah Update dengan judul ‘Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002–2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!’ pada tanggal 16 Juli 2025 tentang ijazah atas nama Bapak Joko Widodo, saya menyatakan bahwa pernyataan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.

Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran.

Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut.

Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri.

Terima kasih.”

Yogyakarta, 17 Juli 2025
Prof. Dr. Sofian Effendi
Mantan Rektor UGM 2002–2007

Pencabutan pernyataan dan permintaan maaf ini kemudian jadi kontroversi tersendiri hingga kini.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved