Selasa, 19 Mei 2026

Dosen dan Mahasiswa ITB Kunjungi Fasilitas Pengolahan PT Timah

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses bisnis dan operasional pertambangan serta pengolahan timah di lingkungan PT Timah Tbk

Tayang:
Dok PT Timah
Dosen dan Mahasiswa ITB Kunjungi Fasilitas Pengolahan PT Timah, Rabu (16/7/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- PT Timah Tbk menerima kunjungan industri dari rombongan dosen serta mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini terus berkolaborasi dengan dunia pendidikan.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses bisnis dan operasional pertambangan serta pengolahan timah di lingkungan PT Timah Tbk.

Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Divisi Pengolahan dan Peleburan (Processing and Refinery Division) pada Rabu (16/7/2025).

Rombongan diterima oleh Sub Division Head Processing and Refinery, Kopdi Saragih yang dalam kesempatan ini memaparkan proses pengolahan dan peleburan timah yang dilakukan PT Timah.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, kemudian peninjauan langsung ke area operasional didampingi oleh tim dari Divisi Pengolahan dan Peleburan.

Dosen ITB, Dr. Muhammad Nur Heriawan mengatakan kunjungan ini dilatarbelakangi ketertarikan akademisi dan mahasiswa terhadap keunikan proses pertambangan yang dilakukan oleh PT Timah.

“PT Timah merupakan satu-satunya perusahaan tambang timah di Indonesia, bahkan mungkin di Asia Tenggara, yang masih eksis dan terbesar. Keunikan lainnya, PT Timah memiliki kegiatan tambang alluvial dan primer, baik di darat maupun di laut yang sangat jarang dijumpai,” jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi besar yang masih bisa dikembangkan oleh PT Timah ke depan, terutama dari aspek optimalisasi sisa hasil pengolahan yang mengandung timah halus serta mineral ikutan.

“Tantangan kedepan adalah bagaimana eksplorasi, penambangan dan pengolahan dapat semakin efisien dalam mengoptimalkan material halus dari sisa hasil pengolahan agar tetap bernilai ekonomi,” tambahnya.

Kunjungan ini menjadi bentuk kolaborasi antara dunia industri dan akademisi untuk memperdalam pemahaman serta mencari solusi bersama bagi masa depan industri pertimahan yang lebih berkelanjutan. (*/E2)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved