Tribunners

Malaadministrasi: Dekat Tapi Tak Tampak

Malaadministrasi itu dekat, ia hadir dalam antrean panjang tanpa kejelasan, dalam surat yang tak kunjung ditandatangani.

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Hapiz Jasman
Hapiz Jasman - Asisten Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung 

Sebagai upaya pencegahan diperlukan kembalinya fokus dari puncak hingga ke akar. Jika ingin sistem pemerintahan yang benar-benar adil hingga tercapai pemerintahan yang baik, negara tidak bisa hanya mengejar “ikan besar” dalam kasus korupsi saja, akan tetapi negara juga harus hadir dalam memperbaiki sistem dasar pelayanan publik yang selama ini penuh dengan lubang.

Beberapa langkah penting yang bisa diambil ialah perlunya edukasi publik tentang hak-hak pelayanan sehingga masyarakat tahu bahwa mereka berhak atas pelayanan yang cepat, jelas, adil, dan tidak diskriminatif. Hal ini perlu untuk diperkuat dari desa hingga ke kota.

Kemudian, untuk menunjang pelaksanaannya juga diperlukan memperkuat pengawasan melalui lembaga pengawas dan pengawasan masyarakat sebagai penerima layanan sekaligus menjalankan fungsi pengawas utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain itu, perlu dilakukan transparansi dan digitalisasi prosedur agar mudah diakses oleh seluruh pihak untuk mencegah celah-celah pelanggaran. Terakhir, secara komprehensif perlu adanya reformasi budaya pelayanan. Jika selama ini aparat masih merasa sebagai “penguasa” layanan, bukan pelayan publik, maka perubahan tidak akan terjadi. Budaya pelayanan yang empatik dan bertanggung jawab haruslah menjadi fondasi.

Pada akhirnya, kita semua harus membuka mata untuk melihat yang dekat dan menyadari yang terlupakan. Malaadministrasi itu dekat, ia hadir dalam antrean panjang tanpa kejelasan, dalam surat yang tak kunjung ditandatangani, dan dalam sikap pejabat yang seolah tak punya waktu untuk rakyat. Tetapi justru karena kedekatannya, ia sering tak tampak kemudian menjadi dianggap biasa dan dianggap bukan masalah. Padahal secara perlahan dari situlah kepercayaan publik mulai retak, dan dari situlah ketimpangan mulai tumbuh. 

Maka sudah saatnya kita menaruh perhatian kepada pelanggaran berupa malaadministrasi yang senyap tetapi melukai. Dengan demikian, negara yang kita dambakan benar-benar hadir dengan menjadi negara yang melayani dengan baik, adil, dan manusiawi. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved