Rabu, 29 April 2026

Dosen Pertanian UBB Dorong Air Mesu Timur Jadi Sentra Bawang Merah Babel Lewat Program PKM

Budidaya bawang merah di Desa Air Mesu Timur jangan sampai terputus dan kalaubisa sampai menghasilkan varietas lokal bawang ...

Istimewa/ Dosen FPPK UBB
Tim pengabdian masyarakat jurusan pertanian FPPK UBB saat sosialisasi ke masyarakat Desa Air Mesu Timur, Jumat (24/7/2025) lalu. 

Peserta yang hadir saat sosialisasi sangat respon terhadap pembudidayaan bawang merah terutama terkait hama penyakit yang muncul saat pembudidayaan.

Sesi diskusi dengan narasumber berlanjut hingga diluar sesi acara. Semoga upaya pengembangan bawang merah di Bangka Belitung khususnya di Desa Air Mesu Timur akan didukung oleh semua stakeholder sehingga Air Mesu Timur bisa menjadi sentra bawang merah untuk Bangka Belitung ungkap Dr. Kartika.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBB yaitu Prof. Eries Dyah Mustikarini.

Dijelaskan oleh Prof Eries Dyah Mustikarini bahwa kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat UBB merupakan hasil kompetisi PKM pendanaan Dikti dan diharapkan dari kegiatan ini mampu mendorong masyarakat petani bawang merahuntuk lebih aktif dan produktif serta makin percaya diriuntuk melakukan budidaya bawang merah.

Dasar teknik budidaya yang tepat dan ramah lingkungan telahdisampaikan oleh tim pengabdian dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dalam pengendalian OPT dan manejemen usaha tani berbasis keuntungan.

“Harapan LPPM UBB dengan adanya program ini dapatmeningkatkan produksi bawang merah di Air Mesu Timur, dan mampu mensuplai kebutuhan bawang merah lokal,” ungakp Prof Eries.

Gen Adi Wisanggeni, S.P., M.Sc (narasumber Hama Penyakit Bawang Merah) mengungkapkan bahwa beliau merasa sangat senang dan bangga dapat berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan tentang hama dan penyakit tanaman bawang merah di Desa Air Mesu Timur.

“Antusiasme dan semangat belajar para petaniserta warga desa sangat luar biasa,” jelas Gen Adi.

Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap peningkatan kualitas produksi pertanian mereka, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit bawang merah secara efektif dan berkelanjutan.

Yulia S.Pt., M.Si salah satu tim dosen dari jurusan Agribisnis mengungkapkan bahwa pengembangan bawang merah juga dapat dilakukan dengan strategi manajemen produksi dan strategi marketing.

Nabila Nurulhusna, S.TR.P., M.Sc (narasumber Ilmu Usaha Tani Bawang Merah) juga berpendapat bahwa strategi pemasaran yang tepat dalam pengembangan bawang merah dapat dilakukan dengan menonjolkan kelebihan produk lokal, penggunaan sosial media sederhana dan membangun kelompok pemasaran seperti kelompok Asosiasi Bawang Merah Bangka Belitung.

Dana Kegiatan ini berasal dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI). 

Adapun tujuan dari kegiatanini adalah untuk peningkatan produksi dan produktivitas bawang merah secara berkesinambungan di Desa Air MesuTimur.

Kegiatan PKM akan dilaksanakan selama empatbulan di Desa Air Mesu Timur yang berkerjasama denganKelompok Tani (Poktan) Timur Makmur.

Selain sosialisasi, kegiatan PKM ini juga akan membuat demplot bawang merah dengan penerapan standar operasional spesifik lokasi dan dipadukan dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya tentang bawang merah di wilayah Air Mesu Timur.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved