Senin, 1 Juni 2026

Rekaman CCTV Arya ke Rooftop hingga Simbol Pembungkam 

Kematian pegawai Kemlu Arya Daru seorang diplomat muda yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosannya, Selasa (8/7/2025) lalu masih menjadi misteri.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Youtube Nusantara TV, Kompas.com, rekaman CCTV Rilis Polda Metro Jaya
MISTERI KEMATIAN ARYA DARU - Arya Daru sempat berada di Rooftop Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berlantai 16 tempatnya bekerja, 10 jam sebelum ditemukan tak bernyawa. 

BANGKAPOS.COM - Kematian pegawai Kemlu Arya Daru seorang diplomat muda yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosannya, Selasa (8/7/2025) lalu masih menjadi misteri.

Arya ditemukan dalam kondisi kepala dililit lakban. Polisi pun sudah meneliti sejumlah CCTV dari lokasi.

Petugas mengamati aktivitas Arya Daru sebelum ditemukan meninggal.

Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono mengungkapkan penyebab Arya Daru.

Diketahui, Arya Daru ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban dan tubuh ditutupi selimut.

Baca juga: FAKTA Baru Tewasnya Arya Daru, Tas Ransel Berisi Rekam Medis, Lakban Kuning Dibeli Bareng Istri

Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono mengungkapkan hasil penyelidikan sementara Polda Metro Jaya soal yang menjadi penyebab Arya Daru tewas mengenaskan di kosannya

Ternyata penyebab kematian diplomat usia 39 tahun itu ada kaitannya dengan kondisi jasad Arya Daru saat ditemukan.

Belakangan diungkap pihak kepolisian bahwa sebelum dililit lakban, kepala Arya Daru ditutupi plastik.

"Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik kemudian terlilit lakban berwarna kuning di tempat tidurnya kemudian tertutup selimut. Korban di atas tempat tidurnya ditemukan menggunakan kaos dan celana pendek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam.

Dari temuan kepolisian itu, penyebab kematian Arya Daru telah ditemukan.

Kompolnas menyebut bahwa Arya Daru tewas karena kehabisan napas

"Kalau disebabkan kematian adalah karena kehabisan napas, yaitu kepala korban ditutupi plastik sebelum ditutupi lakban," ungkap Arief Wicaksono dalam tayangan Kompas TV, Jumat (25/7/2025).

Adapun terkait motif tewasnya Arya Daru, Arief enggan gamblang.

Hal itu lantaran materi soal motif kematian Arya Daru itu adalah privasi keluarga korban.

Kata Arief nantinya penyidik yang akan menyampaikan ke publik.

"Motif ini, karena menyangkut privasi daripada korban dengan keluarga, kami serahkan kepada penyidik. Karena itu menjadi ranah penyidik Polda Metro Jaya," imbuh Arief.

Lebih lanjut Kompolnas juga membocorkan satu misteri yang belum terpecahkan dari kematian Arya Daru.

Yakni terkait ponsel Arya Daru yang ternyata hilang dan belum ditemukan.

Terakhir kali ponsel Arya Daru itu dipakai untuk menghubungi istrinya pukul 21.00 Wib.

Setelah itu aktivitas ponsel Arya Daru terhenti.

"Ponsel ini, ketika korban kurang lebih jam 21 kurang itu berada di Grand Indonesia. Biasanya yang bersangkutan menelepon keluarganya di Jogja. Tahu-tahu telepon beliau jam 21.00 itu off. Tidak tahu sebabnya kenapa," kata Arief Wicaksono.

Saat pertama kali ke TKP kamar kosan Arya Daru, tidak ditemukan ponsel sang diplomat.

"Penyidik ketika mendatangi TKP di kamar kosan, itu tidak menemukan ponsel. Itulah yang membuat istri sangat berkeinginan mendesak penjaga kosan mengecek suaminya. Sampai sekarang ponsel belum ditemukan yang kami dapat dari penyidik adalah situasi ponsel tersebut jam 21.00 itu mati," ujar Arief Wicaksono.

Hingga kini keberadaan ponsel Arya Daru masih dicari pihak kepolisian.

Namun yang bisa dipastikan adalah ponsel Arya Daru itu terakhir aktif pada Senin (7/7/2025) pukul 21.00 Wib.

"Penelusuran secara digital di tiga lokasi tanggal 7, itu fokus ke tiga titik. Yaitu tempat kerja, mall Grand Indonesia dengan kosan tersebut. Sudah dimatch antara CCTV dengan HP yang bersangkutan melalui sistem mobile. Kemudian jam 21.00 tanggal 7 itu handphone-nya off, ini yang tidak tahu, belum ditemukan sampai saat ini," pungkasnya.

Rekaman CCTV Arya ke Rooftop

Malam sebelum ditemukan tewas, Arya Daru terekam CCTV sempat naik ke rooftop kantornya selama satu jam. 

Fakta ini diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers pada Kamis (24/7/2025). 

Dikatakan Ade, Arya Daru naik ke rooftop 43 menit setelah berkomunikasi terakhir dengan istrinya. 

"Diduga tanggal 7 Juli 2025 pukul 21.43 sampai pukul 23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit diduga korban berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu," kata Kombes Pol Ade Ary Syam di Polda Metro Jaya, dikutip dari Kompas.com. 

Saat naik ke rooftop, Arya Daru tampak membawa barang bawaan.

"Kemudian didapatkan fakta bahwa berdasarkan pengamatan CCTV, awalnya korban naik membawa tas gendong dan tas belanja," tambah Kombes Pol Ade Ary. 

Namun saat turun dari rooftop, tas ransel dan kantong belanja yang sempat ia bawa, ditinggalkan.

Saat ini tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta lainnya untuk mengungkap penyebab kematian Arya Daru.

"Inilah fakta yang ditemukan. Ini masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta-fakta nanti kesesuaian apa yang dilakukan korban di sana dan lain sebagainya," ujar Ade Ary.

Isi tas yang dibawa Arya Daru

Ade Ary menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan bukti-bukti lain terkait kasus kematian Arya Daru.

Ia belum bisa mengungkap secara pasti kegiatan sang diplomat selama berada di rooftop, termasuk isi tas dan kantong belanja yang ditinggalkan.

"Kami masih menelusuri dan mencocokkan semua bukti yang ada. Pembuktian harus lengkap dan menyeluruh," ujar dia.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar, kantong belanja yang dibawa Arya Daru berisi barang dari toko pakaian.

Diduga isi kantong itu merupakan barang belanjaannya yang dibeli di Grand Indonesia.

Belum ada informasi yang beredar terkait isi tas ransel Arya Daru.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan berbasis scientific crime investigation untuk mengungkap kasus ini.

Simbol Pembungkaman

Menurut Psikolog Zoya Amirin, lakban berwarna kuning yang terlilit di wajah Arya Daru merupakan suatu simbol pembungkaman.

 Jasad Arya Daru ditemukan di kamar kos di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025).

Jasadnya ditemukan dalam kondisi yang janggal, yakni kepala terlilit lakban warna kuning.

Namun setelah diselidiki, ternyata kepala Arya Daru tak hanya dililit lakban, tapi juga dilapisi dengan plastik fotocopy.

"Muka ada lakban kuning. Di dalam lakban kuning ada sedikit plastik seperti kayak kita abis fotocopy, plastik yang buram-buram gitu,"

Hal ini senada dengan dugaan Psikolog Zoya Amirin, ia menduga bahwa lakban kuning tersebut menjadi simbol kematian dari kasus diplomat Arya Daru.

"Rencana pembunuhan ada bentuk pembukaman, salah satunya bukan hanya melakban mulut, tapi seluruhnya. Artinya jangan mengatakan sesuatu, apapun yang kamu lihat kamu tidak bisa melihatnya lagi," kata Zoya.

Ia menduga, lilitan lakban kuning itu menjadi pesan tersendiri.

"Saya lihat bentuk pengelilingan itu kalau kami melihat lebih seperti pembungkaman. Membungkan si korban untuk tidak mengatakan sesuatu," katanya.

"Pemilihan warna kuning ini bukan lakban yang biasa dijual di minimarket yang sangat mudah, ini harus dipesan di online," kata Zoya.

Menurut Zoya, lakban kuning tersebut umum di bidang industrial.

Sedangkan yang biasa dijual di warung atau minimarket adalah lakban cokelat dan hitam.

"Warna kuning kan industrial, sangat tebal," katanya.

Informasi beredar lakban kuning diduga dibeli sendiri oleh Arya Daru Pangayunan.

Ia diduga membelinya di sebuah toko di Yogyakarta.

Kakak ipar, Meta Bagus menceritakan terakhir bertemu Daru di Bantul, Yogyakarta pada 5 Juli 2025. 

Sedangkan Daru ditemukan tak bernyawa dalam kamar kos di Gondia International Guesthouse, Gondangdia, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025.

Terakhir bertemu Daru menumpahkan cerita pada Meta.

Selain tentang persiapan pindah ke Finlandia untuk bertugas sebagai diplomat, rupanya Daru juga sedang menyusun rencana liburan.

"Minggu depan katanya mau pada main ke Borobudur. Mungkin mau lihat-lihat. Ada acara apa atau mau jalan-jalan sama anak-anaknya, karena Daru kan mau persiapan untuk tugas barunya," kata Meta Bagus.

Meta Bagus merupakan kakak dari Meta Ayu Puspitantri, istri dari Arya Daru Pangayunan. Mereka tinggal di Jalan Munggur, Jomblang, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

(Tribunnews/kompas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved