Bangka Pos Hari Ini
Buntut Dugaan Bullying Siswa SD di Toboali Berujung Maut, Bupati Kumpulkan Seluruh Kepsek
Bupati Riza juga menegaskan kepada para kepala sekolah agar kejadian seperti itu harus menjadi yang terakhir terjadi di Negeri Junjung Besaoh
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pascakasus dugaan perundungan atau bullying yang merenggut nyawa seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid telah mengumpulkan kepala se-Kabupaten Bangka Selatan.
Mereka mendapatkan arahan untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak. Pada sisi lain, Bupati Riza juga menegaskan kepada para kepala sekolah agar kejadian seperti itu harus menjadi yang terakhir terjadi di Negeri Junjung Besaoh.
Dirinya kata Bupati Riza kata telah meminta dinas pendidikan memperkuat lagi sosialisasi sehingga apabila ada aduan, baik benar atau tidak, pertama-tama yang dilakukan paling tidak harus cek terlebih dahulu.
“Saya sampaikan kepada pihak sekolah dan kepala sekolah, kalau ada laporan dari anak muridnya, baik itu sudah benar ataupun belum, cek. Enggak ada salahnya ngecek, takutnya benar. Kalau enggak benar ya enggak apa-apa. Tapi kalau ternyata benar dan anda tidak turun ke lapangan, itu ketahuan saya, mohon maaf, lagi-lagi punishment akan kami jalankan,” ungkapnya kepada Bangkapos.com, Kamis (31/7).
Bupati Riza pun berharap agar kejadian yang mendapat sorotan banyak pihak ini menjadi pelajaran penting bagi pihaknya selaku pemerintah daerah.
“Saya mewakili masyarakat Bangka Selatan dan Pemerintah Bangka Selatan juga memohon maaf atas kejadian ini, semoga ini jadi kejadian yang terakhir,” tukasnya.
Lanjut Bupati Riza, selaku pemerintah daerah, pihaknya memastikan akan selalu hadir dalam hal-hal seperti ini.
“Kemarin juga saya, Wabup sudah berkunjung ke tempat ananda ini (rumah duka korban-red), dan sedang dalam pelaksanaan proses autopsi.Kita lihat saja hasil autopsinya seperti apa,” tuturnya.
Pasalnya kata dia, sampai saat ini masih belum diketahui penyebab aslinya seperti apa. Kalaupun memang itu kasus bullying, pihaknya akan menindak sesuai dengan regulasi yang ada.
“Kalaupun itu bukan (bullying-red), kita akan cari solusi lainnya. Artinya kami akan memberi ketegasan dan keadilan buat yang melakukan dan yang menjadi korban,” tegasnya.
Kata Bupati Riza, yang paling penting adalah pemerintah selalu ada untuk masyarakat ketika dalam hal-hal seperti ini. Lebih lanjut, dia menyebut bahwa dari Dinas Pendidikan Bangka Selatan juga terus berkomunikasi dengan keluarga korban, pihak sekolah dan anak-anak yang katanya terduga pelaku.
“Yang terpinting kita menunggu hasil autopsi dari pihak kepolisian, baru kita bisa melakukan tindakan apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan tindakan apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.
Pantau Sekolah
Pasca kejadian, Pemkab Basel juga telah melakukan pemantauan proses belajar mengajar, di SDN 22 Toboali. Pemantauan dilakukan langsung Wakil Bupati Debby Vita Dewi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Anshori dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Yuri Siswanto.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, saya Wakil Bupati atas perintah Bupati, kami tadi turun langsung memantau aktivitas belajar anak-anak pasca kejadian kemarin. Alhamdulillah masih berjalan dengan sangat lancar,” kata Wabup Debby Vita Dewi, Selasa (29/7).
| Cerita Mahasiswi Unmuh Babel Borong 4 Medali Sekaligus dalam Sehari, Dua Emas Diraih |
|
|---|
| Negara Rugi Rp25 Juta per Hari, Polda Banten Bongkar Sindikat BBM Subsidi Pakai 249 Barcode |
|
|---|
| Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dapur Air Saga di Belitung Disetop Sementara |
|
|---|
| Kasus Dugaan Malapraktik di Pangkalpinang Naik ke Penyidikan, Polisi Lakukan Ekshumasi dan Autopsi |
|
|---|
| 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo-KRL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250801-Bangka-Pos-Hari-Ini.jpg)