Berita Bangka Tengah

Suara Ledakan di Mesu Timur Bateng Akibat Blasting Bukit Nunggal, Perusahaan Tanggung Jawab

Akibat Blasting di Bukit Nunggal, Ratusan Rumah Warga di Mesu Timur Bangka Tengah Rusak

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
RUSAK AKIBAT BLASTING -- Beberapa warga Desa Air Mesu Timur saat menunjukkan kerusakan akibat aktivitas blasting, yang mengagetkan masyarakat pada Kamis (31/7/2025) siang kemarin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suara ledakan di dan merusak ratusan rumah daerah Mesu Timur Bangka Tengah ternyata disebabkan aktivitas Blasting oleh PT. Tanjung Bukit Nunggal (TBN).

Pihak perusahaan pun siap bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat aktivitas blasting yang dilakukan perusahaan, Kamis (31/7/2025) kemarin.

Hal itu disampaikan salah satu staf PT TBN, Septiandi usai ratusan rumah milik warga Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, mengalami keretakan akibat aktivitas blasting.

"Dengan adanya kejadian ini untuk sekarang kami akan bertanggungjawab, karena memang kemarin getaran hasil dari peledakan memang lumayan besar. Karena, ada beberapa kesalahan teknis dari petugas lapangan kami," ujar Septiandi saat melakukan survei langsung terhadap kerusakan rumah milik masyarakat di pada Jumat (1/8/2025).

Baca juga: TPP PNS Bangka Selatan Dipotong 30 Persen, Bupati Riza: Dengan Sangat Terpaksa

Dikatakan Septiandi, tempatnya bekerja menang rutin melakukan aktivitas blasting di kawasan Bukit Nunggal, Desa Air Mesu Timur sebanyak tiga kali dalam satu minggu.

KERUSAKAN RUMAH -- Satu staf PT TBN, Septiandi saat melakukan survei langsung terhadap kerusakan rumah milik masyarakat Desa Air Mesu Timur, pada Jumat (1/8/2025).
KERUSAKAN RUMAH -- Satu staf PT TBN, Septiandi saat melakukan survei langsung terhadap kerusakan rumah milik masyarakat Desa Air Mesu Timur, pada Jumat (1/8/2025). (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

"Kalau izin untuk peledakan (bukit) untuk izin itu sudah ada. Kemudian kami juga ada sosialisasi ke rumah warga, dibantu Security keliling pakai kendaraan keliling melakukan pemberitahuan," terangnya.

Menurutnya, dengan adanya kejadian pihaknya akan melakukan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan terutama dalam melakukan peledakan di atas bukit.

"Kedepannya evaluasinya ya, melakukan peledakan itu harus benar-benar seusai SOP. Jangan sampai nanti menimbulkan getaran atau suara yang keras, biar tidak ada kendala, karena kalau musibah seperti ini repot juga," sebut dia.

Ia juga menerangkan, saat ini PT TBN juga telah menghentikan sementara aktivitas produksi sesuai dengan kesepakatan bersama semua pihak.

"Skema ganti rugi, nanti kami langsung melakukan perbaikan. Kami akan survei ke rumah warga dulu, untuk mengetahui apa saja kerusakan, sebelum nanti eksekusi," pungkasnya.

Apa itu Blasting Bukit

"Blasting bukit" dalam konteks pertambangan merujuk pada proses peledakan batuan atau tanah di area perbukitan untuk tujuan penambangan atau konstruksi.

Peledakan ini menggunakan bahan peledak untuk memecah material keras menjadi ukuran yang lebih kecil, memudahkan proses penggalian dan pengangkutan. 

Blasting bukit dilakukan untuk membuka lahan, mengekstraksi sumber daya (seperti batu bara atau mineral lainnya), atau menyiapkan area untuk proyek konstruksi.

Proses ini melibatkan pengeboran lubang pada batuan, pengisian bahan peledak, dan peledakan terkontrol.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved