Senin, 18 Mei 2026

Thorcon Power Indonesia Raih Persetujuan PET/SMET PLTN Pertama di Indonesia

Persetujuan tersebut diperoleh setelah BAPETEN menyelesaikan proses tinjauan yang ketat terhadap dokumen dan persyaratan teknis ...

Tayang:
Istimewa/ dok PT Thorcon Power Indonesia (TPI)
Tim Thorcon melakukan site visit ke Stasiun Meteorologi di bandara internasional Pangkalpinang yang merupakan salah satu proses verifikasi evaluasi tapak, baru-baru ini. 

BANGKAPOS.COM -- PT Thorcon Power Indonesia, anak perusahaan Thorcon International, resmi mendapatkan persetujuan Program Evaluasi Tapak (PET) dan Sistem Manajemen Evaluasi Tapak (SMET) dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Kelasa, Kepulauan Bangka Belitung. Persetujuan ini menjadi lisensi pertama bagi proyek PLTN di Indonesia, menandai langkah bersejarah dalam pengembangan energi nuklir nasional.

Persetujuan tersebut diperoleh setelah BAPETEN menyelesaikan proses tinjauan yang ketat terhadap dokumen dan persyaratan teknis yang diajukan. Thorcon Power Indonesia dinilai mampu menghadirkan model kolaboratif yang kredibel, dengan perizinan dan rencana implementasi yang pragmatis serta komprehensif.

Dengan target Indonesia mencapai 10 GW kapasitas tenaga nuklir pada 2040, pencapaian ini menjadi momentum penting menuju penyediaan listrik bersih, andal, dan berdaya saing harga. Saat ini, lebih dari 50 persen listrik Indonesia masih bergantung pada batu bara, dan proyek ini diharapkan dapat mengurangi porsi tersebut.

PT Thorcon Power Indonesia merupakan IPP PLTN pertama di Indonesia yang telah membuktikan secara serius terhadap pembangunan PLTN dan telah mendapatkan izin PET/SMET, bukti keseriusan lainnya adalah PT Thorcon Power Indonesia telah memiliki tim teknik dan perizinan domestik di Indonesia. Bapeten menyelesaikan seluruh proses tinjauannya. Bagaimana hasil tinjauannya? Ternyata model kolaboratif yang kredibel untuk perizinan dan implementasi yang pragmatis dan komprehensif.

Langkah selanjutnya meliputi perolehan izin tapak dan persetujuan desain, dengan target memulai konstruksi pada 2027 dan mencapai kapasitas penuh pada 2031.

“Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nuklir yang kuat. Tinjauan BAPETEN terhadap permohonan PET/SMET Thorcon Power Indonesia sangat ketat, dan kami bekerja keras untuk memenuhi persyaratan mereka yang ketat,” kata Matt Wilkinson, CEO.

“Persetujuan ini adalah langkah besar dalam menghadirkan energi nuklir yang bersih dan dapat diandalkan secara cepat, serta dapat bersaing dengan batu bara dalam hal harga.” 

Ini baru permulaan. Energi bersih yang dapat diandalkan ada di depan mata. (*/E4)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved