Berita Viral

Nusron Luruskan Ucapannya Soal Tanah Nganggur yang Bikin Gaduh

Tanah yang dimaksud Nusron Wahid adalah tanah berstatus HGU dan HGB yang dikelola warga namun terlantar selama dua tahun.

|
Editor: Fitriadi
Tribunnews.com
TANAH TERLANTAR - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjelaskan bahwa proses penetapan tanah terlantar memerlukan waktu yang panjang. Nusron Wahid mengkarifikasi pernyataannya soal tanah yang tidak dimanfaatkan atau "nganggur" selama dua tahun akan diambilalih negara. 

Ia sempat menjabat sebagai Staf Ahli di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (2000-2001), setelah itu menduduki posisi Staf Ahli Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (2001-2002).

Nusron Wahid memulai kariernya di dunia politik sejak 2004 dan bergabung ke Partai Golkar.

Pada tahun 2004, ia terpilih menjadi anggota DPR RI Fraksi Golkar daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II.

Di tahun yang sama, Nusron Wahid menjabat sebagai Koordinator Bidang Agama DPP Partai Golkar.

Nusron Wahid kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2009-2014 dan 2014-2019. 

Namun, pada periode ketiganya, ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya sepenuhnya karena dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) oleh Presiden Joko Widodo.

Nusron Wahid kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode 2019-2024 sekaligus mengemban jabatan sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji DPR. 

Pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024, Nusron Wahid kembali mencalonkan diri.

Namun, ia ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dilantik pada 21 Oktober 2024.

Nusron Wahid diketahui aktif dalam berorganisasi sejak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia.

Organisasi

  • PB PBSI, sebagai Pengurus (2012–2019)
  • Gerakan Pemuda Ansor, sebagai Ketua Umum (2011–2016)
  • Yayasan Mata Air, sebagai Ketua (2005–2010)
  • DPP Partai Golkar, sebagai Koordinator Bidang Agama (2004–2009)
  • Pusat Analisis Ketahanan Kepatriotan, sebagai Presedium (2003)
  • Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, sebagai Ketua Umum (2000–2003)
  • PCNU Depok, sebagai Ketua Lembaga Kajian & SDM (1998–2000)
  • PUNU Jakarta, sebagai Ketua Lembaga Kajian & SDM (1998–2000)
  • Suara Mahasiswa UI, sebagai Ketua (1997)
  • Lembaga Studi Mahasiswa Prasetya UI, sebagai Peneliti (1996)

Harta Kekayaan Nusron Wahid

Melansir dari laman elhkpn, Nusron terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada akhir tahun 2024.

Menteri ATR/BTN Nusron Wahid memiliki harta kekayaan mencapai Rp 21 miliar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved