Selasa, 21 April 2026

Doa dan Amalan

Doa agar Rumah Dilindungi dari Niat Jahat Pencuri, Lengkap Arab Latin dan Artinya

Doa adalah permohonan atau permintaan kepada Tuhan, yang bisa berupa harapan, pujian, atau ucapan syukur.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Istimewa/Tribunnews
DOA PERLINDUNGAN - Umat Islam dianjurkan selalu membaca doa agar rumahnya dilindungi dari pencuri. 

BANGKAPOS.COM - Doa adalah permohonan atau permintaan kepada Tuhan, yang bisa berupa harapan, pujian, atau ucapan syukur.

Dalam konteks agama, doa merupakan bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhan.

Doa juga bisa diartikan sebagai bentuk ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Banyak orang selalu merasa waswas meninggalkan rumahnya.

Apalagi jika marak terjadi kasus pencurian.

Umat Islam dianjurkan selalu membaca doa agar rumahnya dilindungi dari pencuri.

Baca juga: Doa Nabi Daud, Lafal Arab Latin dan Artinya: Senjata Menghadapi Orang Keras Kepala

 Hanya kepada Allah SWT manusia berlindung dari segala macam kejahatan mahluk dan kondisi yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, manusia juga diminta untuk tetap berusaha melakukan yang terbaik.

Baca juga: Bacaan Doa Nabi Ibrahim, Arab Latin dan Keutamaan: Memohon Keturunan Shaleh

Berikut doa agar rumah dilindungi dari niat jahat pencuri:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillâhirrahmânirrahîm)

 Artinya: “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Baca juga: Bacaan Doa Nabi Sulaiman, Lengkap Lafal Arab, Latin dan Keutamaan: Doa Meminta Kerajaan

Bacaan bismillah yang bisa dipakai untuk terhindari dari segala bentuk kejahatan merujuk pada:

ومن خواصها إذا تلاها شخص عند النوم إحدى وعشرون مرة أمن تلك الليلة من الشيطان وأمن بيته من السرقة وأمن من موت الفجأة وغير ذلك من البلايا

Artinya, “Di antara khasiat atau keistimewaan basmalah adalah, jika dibaca seseorang sewaktu akan tidur sebanyak 21 kali, maka pada malam itu ia akan aman dari gangguan setan, rumahnya akan aman dari kemalingan, aman dari kematian mendadak, dan aman dari berbagai petaka lainnya.” (Lihat: Syekh Nawawi al-Bantani, Kasyifah al-Syaja, Syarh Safinah al-Naja, Cetakan Darul Ihya, halaman 3).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved