Rabu, 22 April 2026

Doa dan Amalan

Bacaan Doa Nabi Musa Arab Latin dan Artinya: Rahasia Rezeki Terus Mengalir

Nabi Musa pernah memanjatkan doa memohon ampun kepada Allah setelah melakukan kesalahan.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Rusaidah
DOA NABI MUSA AS - Belajar dari doa Nabi Musa AS, kita diingatkan bahwa rezeki memiliki makna yang luas, meliputi kesehatan, lingkungan sosial yang baik, hingga pasangan hidup yang saleh. 

BANGKAPOS.COM - Nabi Musa pernah memanjatkan doa memohon ampun kepada Allah setelah melakukan kesalahan.

Meski Nabi Musa seorang nabi, namun beliau juga mendapat beragam ujian.

Saat Nabi Musa mengalami kesulitan ataupun marabahaya, ia selalu berdoa kepada Allah agar mendapat pertolongan dan kasih sayang Sang Maha Pencipta.

Baca juga: Doa agar Rumah Dilindungi dari Niat Jahat Pencuri, Lengkap Arab Latin dan Artinya

Berikut doa Nabi Musa ketika memohon ampunan:

قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Qāla rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fa gafara lah, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm”.

Artinya: Musa berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Baca juga: Doa Nabi Daud, Lafal Arab Latin dan Artinya: Senjata Menghadapi Orang Keras Kepala

Nabi Musa AS adalah rasul yang diutus oleh Allah SWT di tengah kepemimpinan Raja Firaun.

Sang penguasa dari Mesir itu memperlakukan rakyatnya dengan kejam tanpa ada rasa belas kasih.

Mengutip buku Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, Firaun juga senang menagih pajak yang tinggi serta menjadikan kaum Bani Israil sebagai budak kerajaan.

Baca juga: Doa Nabi Yunus Arab, Latin dan Artinya, Amalan Mustajab saat Dilanda Kesulitan

Alhasil, sikap Firaun yang angkuh dan kejam membuat rakyatnya jadi sengsara.

Melihat kekejaman Firaun, Nabi Musa bertekad untuk menemui Firaun dan mengajaknya untuk masuk ke dalam Islam.

Mendengar hal tersebut, Firaun menolak karena menganggap Nabi Musa bukanlah rasul utusan Allah SWT.

Konsep rezeki dalam Islam melampaui sekadar kekayaan materi. 

Baca juga: Bacaan Doa Nabi Ibrahim, Arab Latin dan Keutamaan: Memohon Keturunan Shaleh

Kesehatan yang prima, lingkungan sosial yang positif, hingga hadirnya pendamping hidup yang baik juga merupakan anugerah rezeki dari Allah SWT.

Sebagaimana Nabi Musa AS pernah memohon pertolongan melalui doa, umat Muslim pun dianjurkan untuk senantiasa bermunajat.

Rezeki tidak harus berupa harta melainkan semua kenikmatan yang Allah beri, seperti kesehatan baik jasmani maupun ruhani, dikelilingi orang-orang yang baik, mempunyai banyak teman, mendapatkan jodoh yang baik, mendapatkan kemudahan untuk jalani urusan.

Mencari rezeki tidak hanya terbatas pada usaha duniawi, namun juga melalui munajat kepada Allah SWT. 

Belajar dari doa Nabi Musa AS, kita diingatkan bahwa rezeki memiliki makna yang luas, meliputi kesehatan, lingkungan sosial yang baik, hingga pasangan hidup yang saleh.

 Doa pembuka pintu rezeki:

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ

Tulisan latinnya : “Allahumma Innii As-aluka Antarzuqanii Rizqan Halalan Wasi’an Thayyiban Min Ghairi Ta’bin Walaa Masyaqqatin Walaa Dhairin Walaa Nashabin Innaka ‘Alaa Kulli Syaiin Qadiir”.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu."

(Bangkapos.com, Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved