Korban Kapal Pecah Hanyut ke Bangka
BMKG Ingatkan Nelayan, Gelombang 1,25 Meter Saja Sudah Berbahaya
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar rutin memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di perairan.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kapal nelayan KM Osela tenggelam setelah dihantam gelombang besar di perairan Karang Mardalena, utara Pulau Gelasa, Jumat (15/8/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang mencatat, pada hari tersebut tinggi gelombang di sejumlah perairan Bangka Belitung memang mencapai 2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, menjelaskan, pola angin pada 14–17 Agustus 2025 bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan 8–20 knot.
Kondisi ini memicu peningkatan gelombang di beberapa wilayah perairan.
“Pada periode tersebut, gelombang 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di perairan timur, utara, dan selatan Pulau Belitung, Selat Gelasa, serta perairan Bangka Selatan bagian timur dan barat,” ujar Annisa kepada BangkaPos.com, Senin (18/8/2025).
Menurut BMKG, gelombang setinggi 1,25 meter dengan angin berkecepatan 15 knot sudah berisiko terhadap perahu nelayan.
Sedangkan kapal tongkang rentan terdampak bila gelombang mencapai 1,5 meter dengan angin 16 knot.
Baca juga: Breaking News: Kapal Pecah di Belitung, 1 Nelayan Terdampar di Bagan Sungailiat, 8 Orang Hilang
Sebelumnya, kapal KM Osela yang mengangkut sembilan orang—terdiri dari satu nakhoda dan delapan anak buah kapal (ABK)—pecah dihantam badai saat melaut di sekitar Karang Mardalena.
Nakhoda kapal, Hamzah (41), selamat setelah empat hari terombang-ambing di laut.
Ia akhirnya ditemukan nelayan di perairan Tuing, Sungailiat, Senin (18/8/2025) pagi.
Sementara delapan ABK lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Meski pada 19–21 Agustus 2025 tinggi gelombang diperkirakan menurun di kisaran 0,5–1,25 meter, BMKG tetap meminta nelayan waspada.
“Keselamatan pelayaran harus selalu diutamakan dengan memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG,” tegas Annisa.
Ia juga mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar rutin memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di perairan.
“Selalu update informasi melalui media sosial BMKG atau rekan-rekan di pelabuhan. Utamakan keselamatan diri dan patuhi imbauan yang kami keluarkan,” tambahnya. (BangkaPos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Harapan Hamzah Sang Kapten KM Osela Pudar, Hilangnya 6 ABK di Pulau Gelasa, Pencarian Dihentikan |
|
|---|
| Pencarian 7 Hari KM Osela Ditutup, Harapan Temukan 6 ABK Pupus di Gelombang Laut |
|
|---|
| Kisah Hamzah, Awal Kapten KM Osela Terpisah dari 8 ABK, Kapal Hancur, Berharap 6 Pemancing Selamat |
|
|---|
| Sepekan Hilang, Hari Kelima Pencarian Enam ABK KM Osela Difokuskan Lewat Pemantauan Udara |
|
|---|
| Kapten Kapal dan 2 ABK KM Osela Selamat, Masih Trauma Ombak, 6 ABK Belum Ditemukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Prakirawan-BMKG-Pangkalpinang-Annisa-Nindi.jpg)