Rabu, 20 Mei 2026

Korban Kapal Pecah Hanyut ke Bangka

Kisah Dramatis Nelayan Hamzah: 4 Hari Terapung, Selamat Setelah Kapal Pecah di Laut Bangka

Kantor SAR Pangkalpinang membeberkan kronologis musibah yang menimpa KM Osela di perairan Karang Mardalena.

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: M Ismunadi
Dokumentasi Kantor SAR Pangkalpinang
Gambar sketsa rencana operasi Kantor SAR Pangkalpinang, Senin (18/8/2025) terhadap nelayan terdampar di bagan dikarenakan kapal pecah dihamtam ombak pada Jumat (15/8/2025) lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang nelayan bernama Hamzah berhasil selamat setelah empat hari terombang-ambing di laut usai kapal yang ditumpanginya pecah dihantam gelombang besar di perairan Karang Mardalena, utara Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Jumat (15/8/2025).

Saat itu, kapal KM Osela yang mengangkut sembilan orang—terdiri dari satu nakhoda dan delapan anak buah kapal (ABK)—tenggelam akibat cuaca buruk.

“Pada Senin (18/8/2025) pukul 07.20 WIB, tim menemukan satu orang korban dalam keadaan selamat. Ia tersangkut di bagan milik Afen, warga Desa Rebo Sungailiat, sambil berpegangan pada gabus apung,” ujar Oka kepada Bangkapos.com, Senin (18/8/2025).

Korban selamat diketahui bernama Hamzah, kapten kapal KM Osela.

Kapal mereka sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjung Pandan, Belitung, menuju perairan Karang Mardalena pada Kamis (14/8/2025) untuk mencari ikan.

Namun pada dini hari berikutnya, kapal pecah diterjang badai dan perlahan tenggelam.

Saat kejadian, para awak berusaha menyelamatkan diri menggunakan box fiber dan peralatan apung seadanya. Sayangnya, hingga kini delapan ABK lain masih belum ditemukan.

Afen, pemilik bagan tempat Hamzah tersangkut, segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan yang melibatkan Polairud, BPBD, serta nelayan setempat menggunakan KN SAR Karna.

“Korban saat ini masih dievakuasi menuju Pangkal Balam untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara tim SAR terus melakukan pencarian terhadap delapan ABK lainnya yang belum ditemukan,” kata Oka.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dan menjadi fokus utama tim penyelamat.

Pihak SAR berharap seluruh awak lainnya segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga: Breaking News: Kapal Pecah di Belitung, 1 Nelayan Terdampar di Bagan Sungailiat, 8 Orang Hilang

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan dikabarkan terdampar di bagan laut di dekat perairan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka lantaran kapal yang ditumpangi pecah di tengah laut. 

Informasi ini diterima Bangkapos.com dari Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, Senin (18/8/2025).

Dia menyebut, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat. Dijelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 15 Agustus 2025 lalu.

Kata Rusmansyah, dari informasi yang diterima, seorang ABK (Anak Buah Kapal) tersangkut atau terdampar di bagan (semacam rumah pondok untuk menempatkan perangkap ikan-red) di perairan Pantai Rebo.

“Informasi yang disampaikan oleh ABK yang tersangkut di bagan Apen (nama orang pemilik bagan-red) 5 km dari Pantai Rebo bahwa kapal nelayan dari Belitung pecah di laut Belitung pada hari Jumat tanggal 15 Agustus lalu dan ABK berjumlah 9 orang,” jelasnya.

Kata dia, satu dari 9 orang ABK tersebut tersangkut di bagan setelah 4 hari terombang-ambing di laut. Kondisi yang bersangkutan dalam keadaan lemas dan sedang beristirahat di bagan tersebut.

“Yang 8 orang lainnya masih hilang,” ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya belum dapat menjelaskan secara pasti bagaimana kronologi peristiwa tersebut, termasuk di perairan mana kapal nelayan itu pecah lantaran dihantam ombak.

Meski begitu, dirinya menginformasikan bahwa saat ini Tim SAR sedang menuju ke bagan yang dimaksud untuk mengevakuasi satu orang ABK terdampar tersebut.

“Saat ini Tim SAR sedang menuju ke Bagan Apen bergerak dari pelabuhan Pangkal Balam dan korban selamat akan dievakuasi ke Pangkal Balam,” tuturnya,” tuturnya.

Diketahui, nama nelayan yang selamat tersebut adalah Hamzah, pria berumur 41 tahun asal Lombok Sumbawa yang bekerja dengan Apin Belitung.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa saat dikonfirmasi Bangkapos.com mengatakan pihaknya sudah memberangkatkan TIM menuju lokasi yang dimaksud.

“Tim sudah kita berangkatkan ke lokasi menggunakan (kapal) KN SAR Karna. Bagan nya daerah Tuing,” kata Oka.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved