Babel Hujan Saat Kemarau, BMKG Pangkalpinang Ungkap Penyebabnya, 1 Minggu ke Depan Masih Terjadi

Babel Hujan Saat Kemarau, BMKG Pangkalpinang Penyebabnya, Seminggu ke Depan Masih Terjadi

|
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi foto hujan di Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang menyebut terjadi anomali pada musim kemarau yang terjadi di Bangka Belitung (Babel).

Pasalnya, walau Babel masuk musim kemarau, tapi hujan tetap turun beberapa hari terakhir ini.

Adapun anomali yang dimaksud adalah kondisi atmosfer.

Hujan saat kemarau pun masih berpotensi terjadi seminggu ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Nenden Wardani, menjelaskan fenomena hujan yang masih terus terjadi di musim kemarau ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang cukup aktif dan kompleks.

"Beberapa faktor seperti aktivitas dipole mode negatif, Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang tropis low frequency mendukung pembentukan awan hujan dan aktivitas konvektif. Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia memengaruhi pola angin yang membentuk perlambatan dan belokan angin di Babel, sehingga memperkuat pertumbuhan awan hujan signifikan," ujar Nenden kepada Bangkapos.com, Rabu (20/8/2025).

BMKG memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terus berlangsung setidaknya dalam sepekan ke depan.

Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan dampak seperti genangan air di kawasan rawan serta terganggunya aktivitas masyarakat.

"Benar, meski sudah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer saat ini cukup aktif sehingga berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari mendatang," tambah Nenden.

Seperti dketahui, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tercatat mengguyur Kota Pangkalpinang hampir sepanjang hari dalam beberapa waktu terakhir.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved