Korban Kapal Pecah Hanyut ke Bangka
Hari Keempat Pencarian KM Osela, Nasib 6 ABK Masih Belum Diketahui
Misteri keberadaan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Osela hingga kini belum terungkap.
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Misteri keberadaan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Osela hingga kini belum terungkap.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan terus berupaya menemukan para korban yang hilang setelah kapal naas itu pecah dan tenggelam di perairan Karang Mardalena, utara Pulau Gelasa, Bangka Belitung.
Pencarian dimulai Kamis (21/8/2025) pukul 06.00 WIB dengan melibatkan 114 personel.
Operasi penyelamatan dilakukan melalui pembagian enam Search and Rescue Unit (SRU) yang tersebar di sejumlah titik potensial.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, mengatakan, apabila korban ditemukan, mereka akan segera dievakuasi ke RSUD Depati Hamzah.
“Saat ini masih ada enam korban yang belum ditemukan dari sembilan orang POB (Person on Board) KM Osela. Harapan kami, semuanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga juga cuaca mendukung pencarian hari ini,” ujarnya.
Oka menambahkan, operasi kali ini juga mendapat tambahan kekuatan dari BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan bergabung di KN SAR Karna 246.
Baca juga: Hamzah Kapten Kapal Peluk Istri Usai KM Osela Tenggelam, "Mak Untung Selamat, Anak Kita Ketemu"
Sebelumnya, laporan kecelakaan KM Osela diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang setelah kapal pecah akibat cuaca buruk pada Jumat (15/8/2025) dini hari.
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjung Pandan itu membawa sembilan awak untuk mencari ikan di sekitar perairan Karang Mardalena.
Tiga orang berhasil selamat. Kapten kapal, Hamzah, ditemukan selamat setelah terapung di bagan nelayan di perairan Tuing, Kecamatan Riau Silip, Senin (18/8/2025).
Dua ABK lainnya, Rizki dan Niko, juga berhasil diselamatkan sehari kemudian oleh kru kapal tugboat yang sedang melintas menuju Batam.
Namun, enam ABK lain yakni Yogi (20), Taufik (27), Salim (32), Mances (30), Abi Mayu (18), dan Jordi (25) masih belum ditemukan.
Hingga kini keluarga korban hanya bisa berharap dan berdoa agar upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
| Harapan Hamzah Sang Kapten KM Osela Pudar, Hilangnya 6 ABK di Pulau Gelasa, Pencarian Dihentikan |
|
|---|
| Pencarian 7 Hari KM Osela Ditutup, Harapan Temukan 6 ABK Pupus di Gelombang Laut |
|
|---|
| Kisah Hamzah, Awal Kapten KM Osela Terpisah dari 8 ABK, Kapal Hancur, Berharap 6 Pemancing Selamat |
|
|---|
| Sepekan Hilang, Hari Kelima Pencarian Enam ABK KM Osela Difokuskan Lewat Pemantauan Udara |
|
|---|
| Kapten Kapal dan 2 ABK KM Osela Selamat, Masih Trauma Ombak, 6 ABK Belum Ditemukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250821_Pencarian-ABK-KM-Osela.jpg)