Berita Bangka Selatan
Petani Lega, Gabah IP 200 di Bangka Selatan Mulai Diserap Mitra Bulog
Puluhan ton gabah kering panen (GKP) hasil produksi petani di Kabupaten Bangka Selatan mulai terserap oleh penggilingan mitra Perum Bulog.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Puluhan ton gabah kering panen (GKP) hasil produksi petani di Kabupaten Bangka Selatan mulai terserap oleh penggilingan mitra Perum Bulog.
Hingga Kamis (21/8/2025), tercatat sudah 43 ton GKP dari panen padi dengan Indeks Pertanaman (IP) 200 yang dibeli dan dipasok ke Bulog.
Pemilik penggilingan padi mitra Bulog di Desa Rias, Iman, mengatakan serapan tersebut berasal dari tiga sentra produksi utama, yakni Desa Batu Betumpang (Kecamatan Pulau Besar), Desa Rias, serta Desa Parit Dua dan Desa Kepoh (Kecamatan Toboali).
“Kami berhasil menyerap 43 ton GKP dari tiga desa sentra produksi padi,” jelasnya.
Ia menerangkan, gabah yang diserap kali ini berasal dari panen IP 200, yaitu sistem tanam dua kali dalam setahun di lahan yang sama.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pangan dengan memanfaatkan lahan pertanian secara optimal.
Sebagai perbandingan, pada musim tanam IP 100 awal tahun 2025, pihaknya mampu menyerap sekitar 1.200 ton GKP dari lima mitra di Bangka Selatan.
Jika dikonversikan, hasil tersebut setara dengan 600 ton beras yang dibeli Bulog dengan harga Rp12.000 per kilogram di gudang Bulog Pangkalpinang.
Adapun harga pembelian GKP dari petani tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.
Menurut Iman, kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani.
“Skema pembelian juga fleksibel. Petani bisa langsung menghubungi mitra, bahkan kami siap menjemput gabah ke lapangan,” katanya kepada Bangkapos.com, Kamis (21/8/2025).
Ia menambahkan, meski tidak ada target khusus terkait volume serapan, pihaknya optimistis angka ini akan bertambah seiring panen IP 200 yang masih berlangsung.
Terlebih, luas lahan tanam pada musim IP 200 lebih besar dibandingkan musim IP 100.
Dengan penyerapan ini, Bulog tak hanya membantu petani memperoleh harga layak, tetapi juga memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP).
“Kami berkomitmen membeli gabah petani sesuai ketentuan untuk mendukung ketahanan pangan,” pungkas Iman.
Baca juga: Harga Gabah Rp6.500 Jadi Penyelamat Panen IP 200 Petani Rias
Diberitakan sebelumnya, petani padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai memasuki masa panen parsial padi dengan Indeks Pertanaman (IP) 200.
Panen parsial berarti hanya sebagian lahan yang dipanen terlebih dahulu, sementara bagian lain menunggu kesiapan.
Strategi ini dipandang lebih fleksibel sekaligus memudahkan pengolahan hasil panen secara bertahap.
Salah seorang petani, Badrin (45), mengatakan panen sudah dimulai sejak pekan lalu. Padi yang dipanen kali ini merupakan hasil tanam IP 200 atau sistem tanam dua kali dalam setahun di lahan yang sama.
“Saat ini sudah panen kedua kalinya, yakni IP 200,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Namun, hasil panen IP 200 tahun ini mengalami penurunan dibandingkan panen IP 100 pada April 2025 lalu.
Ia menyebut faktor cuaca, serangan hama, penyakit tanaman, hingga pengelolaan air yang kurang optimal sebagai penyebabnya.
Pada IP 100, Badrin berhasil memperoleh 2,5 ton beras dari dua petak sawah.
Sementara panen IP 200 hanya menghasilkan 33 karung gabah kering panen (GKP) atau sekitar 1,5 ton.
“Kalau hasil IP 200 memang berkurang, karena cuaca dan serangan hama,” jelasnya.
Meski produksi turun, para petani masih bersyukur lantaran harga gabah tetap stabil.
Pemerintah melalui Perum Bulog menetapkan harga pembelian GKP Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini sekaligus menutup ruang permainan harga yang kerap dilakukan tengkulak dengan alasan kualitas gabah rendah.
“Alhamdulillah, untungnya harga gabah masih stabil Rp6.500 per kilogram,” ungkap Badrin.
Usai panen, ia bersama petani lain langsung mempersiapkan lahan untuk ditanami padi IP 300.
Percepatan tanam ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Setelah ini tanah langsung diolah lagi untuk IP 300,” pungkasnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Tulisan BUMDes di Timbangan Bongkar Petunjuk Baru Kasus Peleburan Timah Ilegal di Basel |
|
|---|
| Polres Bangka Selatan Pajang Balok Timah Hasil Ungkap Kasus Peleburan dan Pengolahan Timah Ilegal |
|
|---|
| Polres Basel Dalami Dugaan Keterlibatan SPBN dalam Kasus Solar Subsidi Ilegal |
|
|---|
| Kejar-kejaran di Laut Penutuk, Polisi Gagalkan Pengangkutan 6 Ton Solar Subsidi |
|
|---|
| Bupati Basel Dukung UKW untuk Perkuat Profesionalisme Wartawan di Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250821_Pemilik-penggilingan-padi-mitra-Bulog-di-Desa-Rias-Iman.jpg)