Minggu, 12 April 2026

Ramai Seruan Bubarkan DPR, Salman Alfarisi: Siap Jika Konstitusional

Seruan bubarkan DPR mencuat usai isu kenaikan gaji anggota dewan. DPRD Sumut siap jika konstitusional,

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
BUBARKAN DPR RI Foto ilustrasi demo di DPR RI. Ramai Seruan Bubarkan DPR RI, Salman Alfarisi: Siap Jika Konstitusional 

BANGKAPOS.COM--Menjelang aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025), seruan “bubarkan DPR” semakin ramai bergema di media sosial.

Isu tersebut muncul setelah beredar kabar mengenai kenaikan gaji anggota DPR, yang memicu kemarahan publik.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Salman Alfarisi, menanggapi wacana itu dengan sikap terbuka.

Menurutnya, jika pembubaran DPR dilakukan secara konstitusional, dirinya siap menerimanya.

“DPRD ini lembaga yang berasal dari rakyat. Kalau secara konstitusional dibubarkan, kenapa tidak. Siap apabila dilakukan secara resmi sesuai aturan,” kata Salman kepada wartawan, Minggu (24/8/2025).

Salman menilai seruan pembubaran DPR mencerminkan kekecewaan masyarakat atas kinerja wakil rakyat yang dinilai belum maksimal.

Ia pun mengajak anggota DPR maupun DPRD untuk kembali pada fungsi utamanya: legislasi, anggaran, dan pengawasan.

“Kalau dijalankan dengan baik, pembangunan bisa sesuai harapan masyarakat. Jadi anggota dewan harus kembali ke fitrah dan menjalankan tupoksinya dengan benar,” ujarnya.

Ahmad Syahroni: Kritik Silakan, Tapi Jangan Berlebihan

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Ahmad Syahroni turut menanggapi isu tersebut.

Ia menegaskan bahwa DPR terbuka terhadap kritik, namun harus disampaikan dengan adab.

“Kami siap dikritik, tapi jangan berlebihan. Kalau bilang bubarkan DPR seenaknya, apakah yakin pemerintahan akan berjalan lebih baik? Belum tentu,” kata Syahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Syahroni juga menyebut DPR tetap akan berdiri sebagai lembaga perwakilan rakyat, meski banyak dicaci maki.

Ditegaskannya, DPR selaku wakil rakyat juga punya kerja dan empati.  Sehingga sampai kapanpun DPR tetap akan berdiri dan tidak berubah.

"Kami memang belum tentu benar. Belum tentu hebat, enggak. Tetapi minimal ki mewakil kerja masyarakat.  Jadi  jangan mencaci maki berlebihan. Karena merusak mental. Catat nih, orang yang cuman mental bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol se-dunia," jelasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved