Berita Sungailiat
Stafsus Menko Polkam RI Pantau MBG di Pemali, Tekankan Fungsi Kontrol Supaya Tidak Ada Keracunan
Dirinya berpesan kepada pihak sekolah, terkhusus kepala sekolah untuk bisa mengevaluasi menu-menu program MBG
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA di Kecamatan Pemali menjadi sasaran pantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (28/8/2025).
Tak tanggung-tanggung, pemantauan dilakukan secara langsung oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Bidang Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto.
Dia dan rombongan memantau sejumlah sekolah yakni SDN 10 Pemali, SDN 2 Pemali, SDN 15 Pemali, SMPN 1 Pemali, SMAN 1 Pemali dan Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kecamatan Pemali.
Yoedhi menyebut, pihaknya mendapat pesan dari Menko Polkam RI, selain memantau Pilkada Ulang 2025 Kabupaten Bangka, juga ditugaskan untuk memantau program-program nasional, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami meninjau ada dua tempat sasaran, yang pertama pendistribusian di sekolah-sekolah. Dan yang kedua tentang kondisi dapur-dapurnya,” kata dia.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG dari aspek perencanaan dinilai sudah baik. Mulai dari pengiriman dan ketepatan waktu.
“Yang jadi permasalahan adalah rasa. Jadi rasa yang diinginkan anak-anak, belum tentu bisa dipenuhi oleh dapur itu,” jelasnya.
Dapur program MBG mempunyai standar gizi yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, bisa-bisa saja dapur MBG menyiapkan makanan sesuai rasa yang diinginkan anak-anak, tapi tetap harus mementingkan konteks standar gizi.
Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada pihak sekolah, terkhusus kepala sekolah untuk bisa mengevaluasi menu-menu program MBG.
“Sepanjang anggaran terpenuhi, gizi terpenuhi dan bisa dimakan oleh anak-anak, makan akan bagus, berarti tujuan tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi instansi terkait mulai dari dinas pendidikan, aparat keamanan, camat dan pihak sekolah yang telah saling berkoordinasi dan bersinergi untuk mensukseskan program MBG.
“Ini menunjukan sinergitas seluruh penyelenggara untuk makan bergizi gratis ini sudah berjalan dengan baik. Harapan kita kedepan lebih baik lagi dan terus kita evaluasi-evaluasi,” tuturnya.
Disinggung perihal adanya beberapa kasus berkenaan dengan program MBG seperti keracunan dan lain sebagainya, Yoedhi berpesan kepada pihak dapur SPPG tentang pentingnya fungsi kontrol.
“Kepala SPPG nya harus bisa mengontrol apakah standar-standar higienisnya sudah terpenuhi atau tidak,” ungkapnya.
Misalnya, dalam menu program MBG ada buah semangka. Menurut Yoedhi, penting untuk memperhatikan jarak durasi dari semangka tersebut dipotong hingga kemudian disantap oleh anak-anak.
75 Anak di Bangka Ikuti Sosialisasi Pelopor dan Pelapor serta Konvensi Hak Anak |
![]() |
---|
Ayah Kandung Diduga Lecehkan Putrinya di Kabupaten Bangka, Pelaku Hampir Diamuk Massa |
![]() |
---|
Polres Bangka Tertibkan Tambang Pasir Timah Ilegal di Desa Penyamun Pemali, Enam Orang Diamankan |
![]() |
---|
Nelayan Hilang di Perairan Tuing Mapur Bangka, Tim SAR Lakukan Pencarian |
![]() |
---|
Solidaritas Kepada Sesama Pemain, PS Bangka Kumpulkan Dana Santunan Melalui Laga Amal Bagi Senior |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.