Kamis, 7 Mei 2026

Utusan Kedubes Australia Kunjungi Museum Timah Mentok Jelang Peringatan Tragedi PD II

Kunjungan utusan Kedubes Australia ke Museum Timah Indonesia Mentok menandai rangkaian awal persiapan peringatan Tragedi ...

Tayang:
Istimewa
Asisten Atase Pertahanan Kedutaan Besar Australia, William Lang, bersama dua staf kedutaan, melakukan kunjungan ke Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, selama tiga hari, sejak 12 hingga 14 Januari 2026. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok kembali menjadi perhatian dunia internasional. Sejumlah utusan Kedutaan Besar Australia melakukan kunjungan ke museum tersebut sebagai bagian dari rangkaian awal persiapan peringatan Tragedi Perang Dunia II tahun 2026.

Kunjungan dilakukan Asisten Atase Pertahanan Kedubes Australia, William Lang, bersama dua staf kedutaan selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Januari 2026, di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Selain Museum Timah Indonesia, rombongan juga meninjau berbagai lokasi bersejarah yang memiliki keterkaitan langsung dengan Perang Dunia II, di antaranya Monumen Peringatan Tanjung Kalian, Pantai Raji yang menjadi pusat kegiatan peringatan, Bukit Menumbing, Museum Perdamaian Mentok, Wisma Ranggam, serta SD Negeri 1 Mentok.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fakhriansah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan survei awal untuk memastikan kesiapan lokasi-lokasi yang akan digunakan dalam peringatan Tragedi Perang Dunia II yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2026.

“Ada tiga orang utusan Kedubes Australia yang datang ke Bangka Barat. Kunjungan ini bersifat awal atau semacam survei untuk memastikan kesiapan lokasi-lokasi yang akan digunakan dalam peringatan Tragedi Perang Dunia II yang dijadwalkan pada 16 Februari mendatang,” ujar Fakhriansah, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, Museum Timah Indonesia Mentok menjadi salah satu lokasi penting karena menyimpan bukti sejarah yang masih dapat dilihat secara langsung hingga saat ini.

“Di Museum Timah Indonesia terdapat jejak sejarah yang nyata. Ini menjadi sarana edukasi sekaligus bukti sejarah tragedi Perang Dunia II pada Februari 1942 yang ingin ditunjukkan kepada keluarga korban maupun masyarakat Australia secara umum,” jelasnya.

Fakhriansah menambahkan, agenda peringatan Tragedi Perang Dunia II merupakan agenda tahunan Pemerintah Australia. Selain tujuan ibadah dan penghormatan kepada para korban, kunjungan ini juga menjadi bagian dari wisata sejarah.

“Karena ini agenda tahunan, tentu mereka berharap mendapat sambutan yang baik. Di sisi lain, mereka juga kami anggap sebagai wisatawan yang harus dilayani dengan optimal agar tujuan kunjungan dapat tercapai,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, Pemerintah Australia turut memberikan kontribusi sosial, seperti bantuan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) serta beasiswa bagi mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB).

Lebih lanjut, Fakhriansah berharap PT TIMAH Tbk melalui pengelola Museum Timah Indonesia Mentok dapat kembali memberikan dukungan dan pelayanan terbaik pada peringatan Tragedi Perang Dunia II tahun 2026.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, Museum Timah Indonesia selalu menyambut baik kedatangan perwakilan Kedubes Australia maupun keluarga korban. Harapan kami, pada tahun 2026 ini PT TIMAH Tbk kembali memberikan pelayanan terbaik di Museum Timah Indonesia Mentok,” harapnya. (*/E88)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved