Advetorial

Telkomsel Rilis DigiAds Ramadan Insight 2026, Panduan Kampanye Digital Berbasis Data

Telkomsel Bongkar "Momen Emas" Ramadan: Trafik Digital Meledak 87 persen di Waktu Sahur, Peak Hour Terbaik yang Bikin Iklan ‘Auto-Nempel’

Editor: Hendra
Dokumentasi/Telkomsel
Program ramadhan insight 2026 

Ringkasan

  • Data Telkomsel menunjukkan lonjakan trafik digital hingga 87 persen justru terjadi saat sahur, menjadikan micro-moment ini salah satu waktu terbaik untuk dimaksimalkan oleh brand.
  • Konsumen semakin digital namun tetap omnichannel (64 persen online dan 36 persen offline) sehingga brand perlu lebih relevan, tepat waktu, dan konsisten di setiap titik interaksi.
  • Bersama solusi Telkomsel DigiAds berbasis data dan 360° omnichannel, 98 persen brand mampu mencapai KPI kampanye Ramadan secara lebih presisi, efektif, dan berdampak.

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Perubahan perilaku konsumen digital selama Ramadan membuka peluang besar bagi brand dan pelaku bisnis untuk menghadirkan kampanye yang lebih relevan dan berdampak.

Menyambut Ramadan 2026, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise merilis whitepaper “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan” sebagai panduan strategis berbasis data.

Whitepaper ini mengungkap lonjakan engagement pelanggan hingga 112 persen selama Ramadan 2025 dibandingkan hari biasa.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya aktivitas media sosial sebesar 3 persen secara tahunan (YoY), belanja online sebesar 8 persen YoY, serta penggunaan layanan keuangan yang juga tumbuh 8 persen YoY.

Data tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital-first menjadi kunci bagi brand untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif, khususnya menjelang Ramadan 2026 yang diprediksi akan semakin kompetitif.

VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menegaskan bahwa pemahaman terhadap perilaku audiens menjadi fondasi utama dalam membangun kampanye yang sukses.

“Kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi seberapa relevan dan bermakna bagi audiens. Melalui insight berbasis data, kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah dinamika perilaku konsumen digital,” ujarnya.

Micro-Moments yang Menentukan: Sahur, Zuhur, dan Buka Puasa

Whitepaper ini menyoroti bahwa banyak brand masih bisa lebih maksimal pilih waktu beriklan, terutama di momen-momen spesifik (micro-moments) yang jadi puncak trafik digital. Tiga waktu terbaik yang direkomendasikan:

•    Sahur (03:00-05:00): aktivitas digital naik >87 persen dan trafik TV naik >88 persen.
•    Zuhur (11:00-14:00): lonjakan browsing dan akses social media.
•    Buka Puasa (16:00-19:00): engagement tertinggi untuk belanja dan hiburan.

Dengan menghubungkan konteks dan kebutuhan audiens pada micro-moments unik Ramadan tersebut, brand dapat menghadirkan pesan yang lebih relevan dan berdampak.

Siapa Profil Audiens yang Paling Responsif?
Berdasarkan 8,7 juta click/tap dari analisis kampanye Ramadan 2025, audiens dengan konversi tertinggi didominasi oleh:

•    94 persen beragama Islam, dari persona kalangan Milenial (39 persen), Gen X (29 persen), dan Gen Z (23 persen),
•    tersebar di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara,
•    aktif social media (58 persen), rutin belanja online (17 persen), dan pengguna layanan keuangan (14 persen).

Seiring meningkatnya aktivitas ibadah, Ramadan juga memicu lonjakan aktivitas digital, menghadirkan peluang unik bagi brand untuk menjangkau audiens yang relevan secara lebih presisi dan bermakna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved