Jumat, 1 Mei 2026

Advetorial

Momen Hari Buruh  PT Timah Mengingatkan Hubungan Kemitraan yang Erat dengan Pekerja

Direktur SDM PT TIMAH, Ratih Mayasari menyampaikan karyawan saat ini memiliki peran strategis sebagai pencipta nilai (value creator) bagi

Tayang:
Editor: Hendra
Dokumentasi/Dokumentasi PT Timah
Pekerja PT Timah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di balik setiap pertumbuhan perusahaan mulai dari peningkatan produksi, lahirnya inovasi, hingga kontribusi terhadap negara terdapat peran manusia yang menjadi penggeraknya.

Para pekerja adalah kekuatan utama yang menjaga roda organisasi tetap berputar. Melalui dedikasi dan kerja keras, mereka menjadi fondasi yang menopang setiap pencapaian.

Momentum Hari Buruh menjadi pengingat bahwa hubungan antara perusahaan dan pekerja lebih dari sekadar formalitas, melainkan kemitraan yang saling membutuhkan.

Seiring perkembangan zaman, paradigma perusahaan pun berubah. Tidak lagi semata berorientasi pada keuntungan, melainkan juga memperhatikan aspek kesejahteraan pekerja sebagai bagian penting dari keberlanjutan bisnis.

Kesadaran ini mendorong terbentuknya hubungan industrial yang sehat, yang ditopang oleh kepercayaan, komunikasi yang terbuka, serta penghargaan terhadap peran masing-masing.

Direktur SDM PT TIMAH, Ratih Mayasari menyampaikan karyawan saat ini memiliki peran strategis sebagai pencipta nilai (value creator) bagi perusahaan. 

Dalam industri pertambangan yang penuh risiko dan ketidakpastian, kontribusi karyawan dinilai tidak tergantikan oleh teknologi maupun aset.

"Karyawan dulu sering disebut aset. Tapi hari ini, mereka lebih dari itu, mereka adalah pencipta nilai utama. Teknologi dan aset bisa dibeli, tapi komitmen, integritas, dan keberanian bekerja di medan tambang yang penuh risiko hanya dimiliki oleh manusia yang namanya karyawan. Karena itu, karyawan bukan sekadar sumber daya, melainkan penentu nilai sebuah perusahaan," katanya.

Ratih menambahkan, di tengah dinamika bisnis, kesejahteraan karyawan juga harus dipandang secara komprehensif, tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga mencakup aspek sosial, keamanan kerja, hingga peluang pengembangan diri.

"Kesejahteraan bukan sekadar pemberian materi jangka pendek, melainkan bagaimana karyawan bisa tumbuh, meningkatkan kapasitas, dan meraih kehidupan yang lebih baik dalam artian sehat secara ekonomi, sosial, dan bermartabat," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara manajemen dan karyawan tidak boleh lagi dipandang sebagai dua entitas yang terpisah.

Menurutnya, keberhasilan maupun tantangan perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihadapi secara kolektif.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat dan produktif.

"Tidak boleh ada dikotomi. Tantangan perusahaan adalah tantangan bersama, begitu juga keberhasilan. Di sinilah pentingnya membangun kepercayaan melalui langkah nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

"Di momen May Day ini, saya berharap seluruh karyawan dan manajemen PT TIMAH Tbk merayakannya sebagai hari kebersamaan. Manajemen juga bagian dari pekerja, sehingga Hari Buruh harus menjadi titik awal untuk bersatu, menghadapi tantangan, dan bersama-sama mewujudkan harapan pemegang saham, yaitu negara Republik Indonesia," sambungnya.

Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, menyampaikan bahwa pekerja merupakan kekuatan utama perusahaan sekaligus mitra strategis Perusahaan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved