Selasa, 5 Mei 2026

Advetorial

PLN dan Lanal Babel Kembangan Ekonomi Pesisir Lewat Budidaya Laut Berkelanjutan di Belinyu

Ekosistem yang dibangun meliputi rumah pijah sebagai inkubator cumi dan lobster, penyediaan keramba jaring apung (KJA), serta pemasangan

Tayang:
Editor: Hendra
Dokumentasi/PLN UIW Babel
Melalui sinergi antara PLN, TNI AL, dan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Penguatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim (Bintahwilmar) kini tidak lagi berfokus semata pada aspek pertahanan, melainkan turut mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung mengembangkan ekosistem budidaya laut berbasis rumpon hybrid di Dusun Bukit Beting, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Senin (4/5/2026).

Inisiatif ini menjadi bagian dari integrasi program Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang diinisiasi TNI AL, sekaligus mendorong transformasi struktur ekonomi masyarakat pesisir.

Ketergantungan terhadap sektor pertambangan mulai diarahkan menuju pemanfaatan potensi kelautan yang lebih berkelanjutan, produktif, dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

Kolaborasi PLN UIW Babel dan Lanal Bangka Belitung dalam program Kampung Bahari Nusantara hadir untuk memperkuat ketahanan maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kolaborasi PLN UIW Babel dan Lanal Bangka Belitung dalam program Kampung Bahari Nusantara hadir untuk memperkuat ketahanan maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Dokumentasi/PLN UIW Babel)

Ekosistem yang dibangun meliputi rumah pijah sebagai inkubator cumi dan lobster, penyediaan keramba jaring apung (KJA), serta pemasangan atraktor hybrid dan fish shelter sebagai habitat buatan. Seluruh komponen ini dirancang untuk meningkatkan populasi biota laut secara alami dan berkesinambungan.

Selain sebagai bentuk implementasi ekonomi sirkular, penggunaan FABA dinilai aman dan efektif dalam mendukung pembentukan terumbu buatan serta meningkatkan produktivitas perairan.

Komandan Lanal Bangka Belitung, Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP., menegaskan bahwa kemandirian ekonomi nelayan adalah fondasi utama dari Bintahwilmar.

Kolaborasi PLN UIW Babel dan Lanal Babel ini harapannya dapat memberikan dukungan berupa pembangunan budi daya cumi sampai pelatihan pendampingan bagi masyarakat pesisir.
Kolaborasi PLN UIW Babel dan Lanal Babel ini harapannya dapat memberikan dukungan berupa pembangunan budi daya cumi sampai pelatihan pendampingan bagi masyarakat pesisir. (Dokumentasi/PLN UIW Babel)

“Bintahwilmar bertujuan mewujudkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang yang tangguh demi pertahanan negara. Melalui kolaborasi bersama PLN, kita memperkuat kondisi sosial masyarakat pesisir. Nelayan yang sejahtera dan berdaya secara ekonomi akan menjadi garda terdepan yang solid dalam menjaga stabilitas keamanan di beranda laut nusantara. Ke depan, fasilitas ini harus terus dijaga dan dikembangkan oleh warga agar tidak lagi semata-mata bergantung pada tambang,” tegas Kolonel Yulindo.

Di sisi lain, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, memaparkan bahwa sinergi ini merupakan bukti nyata kehadiran perseroan yang kini bergerak melampaui tugas kelistrikan. Pemanfaatan material FABA juga merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan daerah. Melalui inovasi FABA dan teknologi rumpon hybrid, PLN mendampingi TNI AL dalam memperkuat Bintahwilmar. Kami berharap ekosistem perairan pesisir Belinyu menjadi jauh lebih produktif, sehingga kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan,” urai Ira.

PLN UIW Bangka Belitung menyalurkan bantuan TJSL melalui program Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Babel, dengan pemasangan rumpon hybrid dan budidaya cumi berkelanjutan di Belinyu, Bangka (04/05/2026).
PLN UIW Bangka Belitung menyalurkan bantuan TJSL melalui program Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Babel, dengan pemasangan rumpon hybrid dan budidaya cumi berkelanjutan di Belinyu, Bangka (04/05/2026). (Dokumentasi/PLN UIW BABEL)

Program ini juga diperkuat melalui kolaborasi lintas elemen, termasuk keterlibatan kalangan akademisi. Rahadian, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang terlibat dalam tim pengelola, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan berjalan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Sistem ini terintegrasi dari hulu ke hilir. Rumah pemijahan berfungsi menetaskan telur cumi secara aman. Setelah itu, benih dipindahkan ke keramba jaring apung di laut lepas untuk proses pembesaran,” jelas Rahadian. 
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam program ini menjadi ruang pembelajaran nyata sekaligus membuka perspektif terhadap potensi sektor maritim ke depan.

Melalui sinergi ini, pesisir Belinyu tidak hanya didorong keluar dari ketergantungan ekonomi berbasis ekstraktif, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan produktif berbasis kelautan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kolaborasi ini menegaskan bahwa penguatan masyarakat pesisir merupakan kunci dalam membangun ketahanan wilayah maritim yang tangguh. (*/E8)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved