Senin, 13 April 2026

Ada Racun di Dalam Minuman Bersoda, Inilah Penjelasannya

Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman ...

net
ilustrasi 

MINUMAN soda merupakan salah satu jenis minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Baca: Lama Tak Terdengar, Begini Kondisi Penyanyi Isabella Sekarang

Apalagi udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas.

Baca: 17 Tahun Menunggu Direstui Sang Ibu, Begini Kabar Rumah Tangga Amara Sekarang

Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya.

Baca: Netizen Malah Ungkit Dosa Suami Puput Melati Saat Ungkapkan Kekaguman pada Habib Rizieq

Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer.

Baca: Saling Tarik, Anggota Dewan Ini Cengkeram Tangan Wanita Pemandu Lagu Agar Tak Lari

Berbagai varian dan rasa dari minuman soda pun banyak diproduksi oleh perusahaan minuman setelah mereka melihat tingginya peningkatan angka konsumsi minuman soda setiap tahunnya.

Baca: Di China, Aplikasi Sewa Pacar Laris Manis Jelang Tahun Baru Imlek

Akan tetapi, minuman soda bukanlah minuman yang sehat. Sebab minuman ini mengandung beberapa racun berbahaya yang dapat merusak organ ginjal kita.

Racun-racun apa saja ya yang terkandung dalam minuman soda? Yuk, simak bahasan lengkapnya berikut ino.

* Asam Fosfat
Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda.

Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya.

Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.

Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut maka kita sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Apabila Anda ingin mendapatkan sensasi menyegarkan saat gerah, maka Anda dapat menggantinya dengan buah-buahan segar yang memiliki sari buah lebih fresh dan alami daripada minuman soda.

* Sirup jagung
Tak hanya sampai di situ saja, ancaman resiko penurunan fungsi ginjal juga semakin bertambah parah karena minuman soda juga mengandung sirup jagung.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas.

Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved