Jumat, 10 April 2026

Teh Telur Mak Etek Asli Padang Raih Omzet Rp 3 Juta Per Hari

Teh telur atau disebut "teh talua", merupakan minuman khas Kota Padang, Sumatera Barat.

Editor: fitriadi
Foto/Riki Suardi
Teh Telur Mak Etek 

BANGKAPOS.COM, PADANG - Teh telur atau disebut "teh talua", merupakan minuman khas Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Minuman dengan bahan dasar telur itu telah meraih Juara III Minuman Tradisional Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017.

Di Padang, penjual teh telur terus melakukan berbagai inovasi agar minuman berkhasiat yang dapat meningkatkan vitalitas tersebut, diburu banyak orang yang pada umumnya merupakan kaum pria.

//

Baca: Asiknya Berkunjung ke 4 Desa Wisata Durian, Wisatawan Bisa Langsung Makan dari Pohonnya

Salah satu warung tersebut, adalah Warkop Kopi Mak Etek, di Jalan Tanah Sirah.

Dalam sehari, pengelola warung berukuran selebar 10 meter dengan panjang sekitar 15 meter itu, bisa menghabiskan hingga 300 butir telur.

Menikmati teh telur, minuman khas Padang
Menikmati teh telur, minuman khas Padang (Foto/Riki Suardi)

"Kalau malam Minggu, bisa habis hingga 500 butir, atau 500 gelas. Kalau dirupiahkan, maka total penjualan teh telur di warung saya ini mencapai Rp5 juta," kata Novendi, pengelola Warkop Mak Etek saat ditemui tribunpadang.com, Jumat (1/12) malam.

Menurut Novendi, teh telurnya laris manis, karena beda dengan teh telur lainnya. Sebab, ada varian warna yang unik dan menarik. Bahkan setelah diracik dan siap untuk dihidangkan kepada pengunjung, teh telurnya terlihat bertingkat lima.

"Karena tingkatnya lima, makanya pengunjung menamainya "Teh talua limo lenggek". Kenapa? karena saat dihidangkan atau sebelum diaduk, di dalam gelas teh telurnya kelihatan beringkat lima dengan warna beragam, yaitu warna cream susu, coklat, bata maroon, peach dan kuning gading," ujarnya.

Baca: 8 Peristiwa Alam Menakjubkan yang Pernah Terjadi di Dunia

Hal yang sama juga disampaikan oleh Keli, yang juga pengelola Warkop Mak Etek.

Menurut pria 52 tahun tersebut, usaha teh telur ini sudah dimulai sejak 1978, atau ketika dirinya masih duduk di bangku kelas II SMP Negeri 11 Padang.

Meski sudah 39 tahun lamanya, dia pun mengaku tidak pernah bosan dan tidak ada niat untuk mencoba ekspansi ke usaha lainnya, karena teh telur adalah kuliner asli Minangkabau yang harus dipertahankan.

Baca: Fatal! Ponsel Disimpan di Jok, Sepeda Motor Tiba-tiba Terbakar Dekat SPBU

Ia juga mengatakan usaha teh telur ini sudah menjadi bisnis keluarga. Bahkan,
selain dia dan Novendi, dua adiknya, Apit dan Riko juga ikut terlibat menjalankan
bisnis jualan teh telur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved