JEMBATAN Choluteca Tak Goyah Meski Dihantam Badai dan Banjir Besar
Amerika Tengah, pemerintah membangun jembatan baru di atas sungai Choluteca untuk menghubungkannya dengan jalan pintas baru
BANGKAPOS.COM - Mungkin ini ada benarnya, bahwa kebenaran lebih aneh dari fiksi, dan cerita sebenarnya lebih menarik daripada narasi khayalan.
Pernahkah Anda membayangkan sebuah sungai berubah arah setelah dibangun jembatan di atasnya?
Demikianlah, kisah berikut ini yang sebenarnya terjadi.
Di Honduras, Amerika Tengah, pemerintah membangun jembatan baru di atas sungai Choluteca untuk menghubungkannya dengan jalan pintas baru.
Negara ini terkenal dengan badai yang membara, maka mereka harus membangun jembatan sedemikian rupa agar dapat menahan amukan Alam.
Dan mereka berhasil. Sebuah perusahaan Jepang membangun jembatan dengan teknologi terbaru yang tersedia.
Pembangunannya dimulai pada 1996 dan berakhir pada 1998.
Setelah beberapa bulan, Badai Mitch menghantam Honduras dan menurunkan 75 inci hujan dalam empat hari, setara dengan yang mereka terima dalam enam bulan.
Sungai Choluteca membanjiri negara itu. Lebih dari 7000 orang kehilangan nyawa.
Badai merusak atau menghancurkan sebagian besar jembatan kecuali satu.
Jembatan Choluteca baru tetap tidak terpengaruh.
Jembatan itu dapat bertahan dari amukan badai.
Tapi ada masalah 'kecil'.
Sungai yang mengalir di bawah jembatan itu berubah arah.
Sungai itu membentuk saluran baru, yang tidak tidak lagi mengalir di bawah jembatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jembatan-choluteca123.jpg)