Kamis, 9 April 2026

Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Hiperplasia Endometrium yang Bisa Memicu Kanker pada Wanita

Gejala utama hiperplasia endometrium adalah perdarahan menstruasi yang tidak normal

Editor: suhendri
Freepik
Ilustrasi rahim 

BANGKAPOS.COM - Hiperplasia endometrium adalah suatu kondisi di mana endometrium (lapisan rahim) menebal secara tidak normal.

Kondisi ini membuat lapisan rahim (endometrium) menjadi sangat tebal karena memiliki terlalu banyak sel (hiperplasia).

Kondisi ini bukan termasuk penyakit kanker.

Tetapi pada wanita dalam kondisi tertentu, hal ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker endometrium, sejenis kanker rahim.

Gejala utama hiperplasia endometrium adalah perdarahan menstruasi yang tidak normal.

Karena itu, Anda harus segera memeriksakan di ke dokter ketika mengalami hal berikut:

* Pendarahan menstruasi yang lebih berat atau lebih lama dari biasanya.

* Siklus menstruasi (jumlah waktu antara periode) yang lebih pendek dari 21 hari.

* Pendarahan menstruasi di antara periode menstruasi.

* Tidak mengalami menstruasi (premenopause). Perdarahan uterus pasca menopause.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Apa penyebabnya?

Hiperplasia endometrium disebabkan oleh terlalu banyak estrogen atau tidak cukup progesteron.

Kedua hormon ini berperan dalam siklus menstruasi.

Estrogen membuat sel tumbuh, sedangkan progesteron menandakan pelepasan sel.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat menghasilkan terlalu banyak sel atau sel abnormal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved